Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan ketersediaan bahan pangan, LPG, dan BBM di wilayahnya dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan dan harga sejumlah komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, dan daging ayam ras.
“Untuk pasokan beras, Alhamdulillah, cukup aman hingga bulan Februari 2026. Saat ini kita memiliki sekitar 4.000 ton cadangan beras, termasuk dari Bulog dan distributor lokal,” ujar Haemusri saat diwawancarai wartawan di kantor DPRD Balikpapan, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, sejauh ini belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan menjelang Nataru. Namun, Disdag tetap melakukan antisipasi terhadap potensi kenaikan permintaan masyarakat, terutama pada minggu-minggu terakhir Desember.
“Biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru, ada peningkatan permintaan sekitar 10 hingga 15 persen. Kami sudah menyiapkan langkah mitigasi bersama distributor agar tidak terjadi kelangkaan di pasar,” jelasnya.
Selain beras dan bahan pokok lainnya, ketersediaan LPG 3 kilogram juga menjadi perhatian utama pemerintah kota. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina dan agen resmi, pasokan LPG subsidi di Balikpapan dipastikan mencukupi hingga akhir tahun.
“LPG 3 kilogram ini kita awasi ketat karena hanya diperuntukkan bagi keluarga miskin, nelayan, pengemudi angkutan umum, dan pelaku usaha mikro. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memperkuat pengawasan distribusi di lapangan agar tidak disalahgunakan,” tegasnya.
Tak hanya itu, stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Balikpapan dan Kalimantan Timur juga dalam kondisi stabil dan aman. Haemusri menjelaskan, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak Pertamina dan lembaga terkait untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar.
“Informasi terakhir yang kami terima, stok BBM untuk Balikpapan dan sekitarnya mencukupi dan tidak ada kendala distribusi. Kondisi ini juga akan terus kami pantau menjelang dan sesudah libur panjang,” tambahnya.
Haemusri menegaskan, meskipun Disdag mengalami pemangkasan anggaran cukup signifikan pada tahun 2026, pihaknya tetap menjadikan stabilisasi harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok sebagai prioritas utama.
“Anggaran boleh turun, tapi pelayanan publik dan stabilitas ekonomi tetap harus dijaga. Kami tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok atau energi di akhir tahun,” pungkasnya. (*)
Penulis : Agus










