Taufik Putra Kilat Minta Penghentian Kegiatan Masyarakat Hari Sabtu dan Minggu Ditiadakan

- Jurnalis

Kamis, 11 Februari 2021 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balikpapan, pamungkasnews.id – Anggota DPRD Balikpapan Taufik Qul Rahman atau yang biasa disapa Taufik Putra Kilat meminta pemerintah menghentikan kebijakannya terkait penghentian kegiatan di masyarakat yang berlaku pada hari Sabtu dan Minggu.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat merugikan pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Balikpapan.

Dia menilai, dampak kebijakan yang dibuat oleh pemerintah itu untuk menekan penyebaran Covid-19 hanya menyusahkan dan membuat pertukaran jual beli di masyarakat berkurang.

“Jika daya beli di masyarakat berkurang, tentu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan akan ikut terdampak dan tidak akan mencapai target,” ungkap Taufik, Rabu, 10/2/2021.

Baca Juga :  Muhammad Najib: Penataan Kota Balikpapan Tak Bisa Abaikan Kabel Udara

Dia juga meminta agar Satuan Gugus Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Balikpapan dapat mengevaluasi ulang kebijakan tersebut, sebelum kebijakan itu berdampak lebih jauh terhadap kehidupan masyarakat.

“Kita minta Gugus Tugas mengevaluasi  kembali kebijakan itu, saya minta kebijakan Sabtu-Minggu itu ditiadakan, yang tetap kita berlakukan yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti biasa, hanya saja penerapan protokol kesehatan harus lebih di perketat lagi”, terangnya.

Disamping itu, dia juga menyoroti pemberlakuan penghentian kegiatan masyarakat yang hanya berlaku bagi para pedagang dan pelaku usaha kecil, sedangkan bagi mega proyek RDMP Pertamina yang ada di kilang milik PT Pertamina masih saja terus beroperasi.

Baca Juga :  Sisir Pentacity Mall, Komisi II DPRD Balikpapan Perketat Pengawasan Pajak Restoran

Padahal menurut dia, penyumbang terbanyak kasus positif di kota Balikpapan berasal dari pekerja di mega proyek milik RDMP Pertamina.

“Percuma saja pedagang kecil ditutup, kemudian RDMP Pertamina masih bekerja. Padahal kita ketahui pedagang makanan yang ada disekitar proyek masih saja buka dan pekerja yang makan disana pun malah berkerumun dan berkumpul,” ujarnya.

“Ini perlu menjadi catatan Pemerintah Kota Balikpapan, jangan sampai ada pemikiran di masyarakat, jika pemerintah tebang pilih dalam menjalankan instruksi Gubernur dan penerapan aturannya itu,” sambungnya.

Reporter :Fauzi

Berita Terkait

Muhammad Najib: Penataan Kota Balikpapan Tak Bisa Abaikan Kabel Udara
Kabel Menjuntai di Balikpapan Picu Kekhawatiran, DPRD Minta Penertiban Segera
Sisir Pentacity Mall, Komisi II DPRD Balikpapan Perketat Pengawasan Pajak Restoran
Kejar PAD, Komisi II DPRD Balikpapan Bongkar Dugaan Kebocoran Pajak Restoran di Penta City
Bukan Sekadar Infrastruktur, Rakorenbang Kelurahan Batu Ampar Tekankan SDM dan Tata Kelola Inovatif
Komisi IV DPRD Balikpapan Terima Audiensi Universitas Mulia, Bahas Kelanjutan Kuliah Gratis POL
Muhammad Hamid Ingatkan Anak Muda Kurangi Nongkrong, Jaga Pola Hidup Sehat
Daeng Lala Soroti Minimnya Penggunaan Life Jacket di Kapal Klotok Kampung Baru
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:37 WIB

Muhammad Najib: Penataan Kota Balikpapan Tak Bisa Abaikan Kabel Udara

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:33 WIB

Kabel Menjuntai di Balikpapan Picu Kekhawatiran, DPRD Minta Penertiban Segera

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:09 WIB

Sisir Pentacity Mall, Komisi II DPRD Balikpapan Perketat Pengawasan Pajak Restoran

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:06 WIB

Kejar PAD, Komisi II DPRD Balikpapan Bongkar Dugaan Kebocoran Pajak Restoran di Penta City

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:02 WIB

Bukan Sekadar Infrastruktur, Rakorenbang Kelurahan Batu Ampar Tekankan SDM dan Tata Kelola Inovatif

Berita Terbaru

DPRD Balikpapan

Muhammad Najib: Penataan Kota Balikpapan Tak Bisa Abaikan Kabel Udara

Jumat, 6 Feb 2026 - 11:37 WIB