Pamungkasnews.id, Samarinda – Komisi III DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat perdana dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, yang dilangsungkan di Gedung E, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis 27/02/2025.
Kegiatan ini di pimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, S. Sos, M. E., dan di dampingi anggota Komisi III lainnya. RDP juga dihadiri Kepala Dinas ESDN Bambang Erwanto.
RDP ini di gelar merupakan bagian dari upaya Komisi III untuk membahas berbagai isu strategis, khususnya yang terkait dengan rencana kerja (renja) APBD 2026. Salah satu topik utama yang dibahas adalah program elektrifikasi yang masih menjadi tantangan besar bagi banyak daerah di Kaltim.
Tantangan Elektrifikasi di Daerah Terpencil Kaltim
Pada RDP kali ini, Dinas ESDM Kaltim menyampaikan laporan terkait status elektrifikasi di wilayahnya. Meskipun Kaltim merupakan salah satu provinsi penyumbang devisa terbesar bagi negara, masih terdapat sejumlah wilayah, terutama yang berada di kawasan terpencil dan terluar, yang belum teraliri listrik.
Dinas ESDM melaporkan bahwa sekitar Rp7 triliun diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan elektrifikasi di seluruh wilayah Kaltim, termasuk untuk desa-desa yang memiliki karakteristik 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Anggaran sebesar ini diperlukan agar seluruh wilayah Kaltim dapat menikmati listrik, terutama bagi desa-desa yang terisolasi.
Menanggapi laporan tersebut Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, Sos, M.E, mengatakan bahwa Provinsi Kaltim memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian negara.
” Ini sangat ironis sekali jika daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah, justru masih ada kawasan yang belum merasakan penerangan listrik yang seharusnya menjadi hak dasar setiap warga negara”ujarnya.
Dalam kesempatan ini Abdulloh juga menekankan pentingnya memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai rincian anggaran yang dibutuhkan serta peta sebaran daerah yang masih belum teraliri listrik.
“Hal ini sangat krusial untuk memastikan agar anggaran yang disetujui dapat dipergunakan secara efisien dan tepat sasaran” kata Abdulloh.
“Dengan Elektrifikasi yang merata akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian daerah, kesejahteraan masyarakat, dan perkembangan Kaltim secara keseluruhan” tandasnya.
Rencana dan Pencapaian Elektrifikasi di Kaltim
Sementara itu Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Erwanto, dalam rapat tersebut menjelaskan secara rinci mengenai rasio elektrifikasi di wilayah Kaltim. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa saat ini masih ada sekitar 66 ribu kepala keluarga atau sekitar 109 desa tercatat belum menikmati aliran listrik dari PLN, mayoritas berada di daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau, seperti di Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, Paser, dan beberapa wilayah lainnya.
Bambang Erwanto menambahkan bahwa salah satu kendala utama dalam upaya mengaliri listrik ke daerah-daerah tersebut adalah terbatasnya infrastruktur pendukung, seperti jalan dan jembatan.
“Aliran listrik biasanya mengikuti infrastruktur jalan atau jembatan, sehingga jika akses jalan belum ada, maka distribusi listrik juga akan terhambat” kata Bambang.
Peran dan Dukungan Penganggaran Komisi III DPRD Kaltim
Seiring dengan pembahasan terkait elektrifikasi, Bambang Erwanto berharap pentingnya dukungan anggaran yang memadai dari Komisi III DPRD Kaltim.
Pasalnya dengan penganggaran yang tepat akan sangat membantu dalam mempercepat penyelesaian masalah elektrifikasi, terutama bagi daerah-daerah yang masih terisolasi.
“Kami berharap agar Komisi III dapat memberikan persetujuan terhadap alokasi anggaran yang diperlukan untuk memenuhi target elektrifikasi di seluruh wilayah Kaltim, terutama bagi desa-desa yang belum teraliri listrik” pintannya.
Mewujudkan Elektrifikasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Kaltim
Kepala Dinas ESDM Kaltim mengungkapkan harapannya agar dukungan dari Komisi III DPRD Kaltim dapat mempercepat proses penganggaran dan memastikan bahwa program elektrifikasi dapat segera terlaksana dengan baik.
Dengan adanya anggaran yang memadai dan kerjasama yang solid antara semua pihak terkait, diharapkan seluruh masyarakat Kaltim dapat menikmati listrik secara merata dan terus menerus selama 24 jam penuh.
“Program elektrifikasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan penerangan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan penting lainnya” jelas Bambang.
“Dengan demikian, elektrifikasi diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan Kaltim yang lebih merata dan berkelanjutan” tandasnya.
Reportet : Ags













