Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN – Angka stunting di Kota Balikpapan masih menjadi perhatian serius DPRD.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Ryan Indra Saputra, menilai pemerintah perlu melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam akurasi data dan penguatan peran kader posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.
Menurut Ryan, data yang digunakan sebagai acuan berbagai kebijakan masih perlu dikaji ulang. Ia menilai, angka stunting yang beredar kerap tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Dari hasil kunjungan kerja kami, situasi di beberapa kelurahan tidak seburuk data yang beredar. Ini menandakan perlu ada evaluasi terhadap metode pendataan,” ujarnya di Gedung DPRD Balikpapan, Rabu (29/10/2025).
Ryan menegaskan, keakuratan data menjadi kunci agar kebijakan dan program penanganan stunting bisa tepat sasaran. Tanpa data yang valid, intervensi pemerintah berpotensi salah arah dan tidak menjawab persoalan sebenarnya.
“Kalau datanya tidak benar-benar menggambarkan kondisi lapangan, maka kebijakan pun bisa meleset. Pemerintah harus transparan dalam metode surveinya,” tegasnya.
Namun, Ryan menilai, akar kekuatan penanganan stunting justru ada di kader posyandu. Mereka selama ini menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi keluarga secara langsung.
Sayangnya, peran besar para kader itu belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah. Ia menyebut, minimnya insentif dan kurangnya pelatihan berkelanjutan membuat semangat dan kapasitas kader belum optimal.
“Kader sudah bekerja luar biasa di lapangan, tapi penghargaan untuk mereka masih minim. Kami mendorong agar ada alokasi anggaran khusus untuk insentif dan pelatihan kader,” kata Ryan.
Ia menambahkan, pemberdayaan kader posyandu tidak hanya soal dukungan materi, tapi juga peningkatan kompetensi agar mereka mampu memberikan edukasi gizi dan pola asuh yang benar kepada masyarakat.
“Kalau kadernya dibekali pengetahuan dan pendampingan yang cukup, mereka bisa jadi garda terdepan dalam mengurangi stunting,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ryan menekankan bahwa penanganan stunting harus menjadi gerakan bersama, tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Ia mencontohkan daerah lain seperti Deli Serdang yang berhasil menekan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kuncinya gotong royong. Semua pihak harus terlibat DPRD, pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat. Kalau semua bergerak, saya yakin Balikpapan bisa menurunkan angka stunting lebih cepat,” pungkasnya.(*/Adv)
Penulis : Riel










