PAMUNGKASNEWS.ID | BALIKPAPAN – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali menghadirkan kisah inspiratif tentang kekuatan kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.
Warga RT 68, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, sukses melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 7 ekor sapi dan 1 ekor kambing secara mandiri dan penuh semangat gotong royong.
Kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut dipusatkan di halaman Masjid Nurul Ikhlas, Jalan Sumber Indah V, RT 68, Balikpapan Utara, pada Rabu (27/5/2026).
Sejak pagi hari, puluhan warga tampak antusias memadati area masjid untuk terlibat langsung dalam seluruh proses pelaksanaan kurban.
Mulai dari persiapan lokasi, penyembelihan, pengulitan, pemotongan daging, hingga proses pengemasan dan distribusi, seluruhnya dilakukan secara sukarela oleh warga sebagai bentuk nyata penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ketua RT 68 Kelurahan Batu Ampar, Sugiarti, menegaskan bahwa capaian penyembelihan 7 ekor sapi dan 1 ekor kambing pada Idul Adha tahun ini merupakan bukti meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban sekaligus memperkuat nilai kepedulian antarsesama.
“Ibadah kurban yang disyariatkan pada hari raya ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas segala nikmat Allah SWT. Ini adalah momen terbaik untuk mewujudkan aksi berbagi, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Sugiarti di sela kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hadir secara instan. Selama enam tahun terakhir, warga RT 68 konsisten membangun budaya kurban mandiri melalui program arisan kurban bulanan yang dikelola bersama pengurus lingkungan.
Program tersebut kini menjadi solusi inovatif dalam mendorong masyarakat agar mampu berkurban secara kolektif dan berkelanjutan.
“Dari total hewan kurban tahun ini, sebanyak 7 ekor sapi dan 1 ekor kambing merupakan hasil swadaya masyarakat melalui mekanisme baik dari arisan bulanan maupun perorangan” jelasnya.
Sugiarti menyebutkan bahwa jumlah hewan kurban di lingkungan RT 68 menunjukkan tren yang sangat positif dari tahun ke tahun. Hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa semangat kebersamaan dan budaya gotong royong masyarakat terus tumbuh secara sehat.
Ia berharap program arisan kurban bulanan dapat terus dipertahankan dan diperluas agar jumlah pekurban semakin meningkat pada masa mendatang.
“Kami ingin tradisi baik ini terus berjalan dan semakin berkembang. Semoga ke depan jumlah hewan kurban bisa bertambah dan semakin banyak warga yang terlibat,” katanya.
Dalam kesempatan ini Sugiarti mengingatkan kepada panitia kurban agar memastikan seluruh daging kurban didistribusikan secara adil dan merata kepada masyarakat di lingkungan RT 68. Tidak hanya itu, distribusi juga diperluas ke wilayah sekitar dengan memberikan prioritas kepada warga kurang mampu dan kaum dhuafa di RT tetangga.
“Langkah ini menjadi bentuk nyata bahwa Idul Adha bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga momentum memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama” bebernya.
Kebersamaan warga terlihat begitu kuat selama proses berlangsung. Ratusan masyarakat bahu-membahu menjalankan tugas masing-masing tanpa pamrih demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Pengurus Masjid Nurul Ikhlas sekaligus Panitia Kurban, Idran Noor, mengaku bersyukur karena kegiatan pemotongan hewan kurban di lingkungan tersebut dapat terus berjalan secara istiqamah setiap tahunnya.
“Kami sangat bersyukur karena pemotongan hewan kurban di Masjid Nurul Ikhlas ini bisa berjalan istiqamah. Harapan kami ke depan, masyarakat semakin termotivasi untuk ikut berkurban sehingga jumlah pekurban bertambah dan jangkauan penyalurannya semakin luas,” ungkap Idran Noor.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi program arisan kurban yang digagas Ketua RT 68, Sugiarti. Menurutnya, program tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian sosial masyarakat.
“Arisan bulanan khusus kurban ini dimotori langsung oleh Ibu RT. Kami berharap sistem ini terus berlanjut dan peminatnya semakin meningkat demi kesejahteraan sosial warga sekitar,” ujarnya.
Idran menyebutkan bahwa semangat warga RT 68 Batu Ampar menjadi contoh inspiratif bahwa kekuatan gotong royong mampu melahirkan perubahan besar di lingkungan masyarakat.
Melalui program kurban swadaya, warga tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga membangun solidaritas, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
“Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai pengorbanan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi demi menciptakan lingkungan yang harmonis, mandiri, dan penuh keberkahan” tandasnya.
Reporter : Agus












