Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN — Semangat memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) di halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (12/11/2025), menjadi momentum refleksi bagi banyak pihak tentang pentingnya menjaga kualitas kesehatan masyarakat tak terkecuali melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini digencarkan pemerintah.
Di sela kegiatan upacara, Alwi Al Qadri, Ketua DPRD Kota Balikpapan, menyampaikan pandangannya bahwa program tersebut merupakan langkah positif, namun perlu diterapkan dengan skala prioritas yang tepat, terutama bagi masyarakat di daerah tertinggal.
“Saya setuju dengan program MBG, tapi sebaiknya difokuskan lebih dulu ke wilayah-wilayah yang memang membutuhkan. Kalau di kota seperti Balikpapan, urgensinya saya rasa tidak terlalu besar,” ujarnya, Rabu 12/11/2025.
Menurutnya, implementasi MBG di daerah perkotaan harus disertai pengawasan ketat agar benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
Ia menyoroti adanya laporan bahwa makanan bantuan kadang tidak dikonsumsi oleh anak-anak penerima, melainkan diberikan kepada orang lain.
“Itu yang saya khawatirkan. Jadi program ini harus diawasi betul agar tujuannya tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Alwi menilai besaran anggaran makan bergizi gratis yang berkisar Rp15 ribu per porsi masih terlalu rendah untuk menjamin makanan bergizi seimbang, khususnya di kota dengan biaya hidup tinggi seperti Balikpapan.
“Coba saja, makan bergizi Rp15 ribu di Balikpapan sekarang susah. Jangan sampai makan bergizi gratis ini malah jadi makan gratis tanpa gizi,” katanya bergurau.
Selain nilai anggaran, ia juga menyoroti kualitas dan kebersihan makanan. Beberapa laporan menyebutkan ada makanan yang kurang higienis, bahkan sempat basi.
“Namanya juga makan bergizi gratis, berarti harus betul-betul bergizi dan sehat, bukan cuma sekadar kenyang,” tandasnya.
Meski begitu, Alwi tetap menyatakan dukungannya terhadap tujuan mulia program tersebut. Menurutnya, dengan pengawasan, peningkatan kualitas, dan evaluasi anggaran yang tepat, program MBG dapat menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat dan cerdas.
“Tujuannya sudah baik. Tinggal bagaimana pelaksanaan di lapangan bisa benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi anak-anak kita,” pungkasnya.(*/Adv)
Penulis : Riel










