Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan agar para distributor dan pelaku usaha kebutuhan pokok tidak melakukan penimbunan barang.
Ia menilai, tindakan tersebut dapat memicu lonjakan harga di pasaran dan berdampak langsung pada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Adi karib disapa mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
Ia juga mengingatkan agar para pelaku usaha menjaga keseimbangan pasar dengan tidak menahan stok secara berlebihan.
“Kami terus mengimbau agar tidak ada pihak yang menimbun sembako. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan berlebihan,” ujar Adi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).
Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran dan distribusi sembako kini diperketat karena melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH).
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang memainkan harga atau menimbun stok demi keuntungan pribadi.
“Sekarang pengawasan lebih ketat. Kementerian Pertanian, Dinas Perdagangan, dan aparat kepolisian sudah berkoordinasi langsung. Jadi, kalau ada yang bermain harga atau menimbun, bukan hanya pemerintah yang bertindak, tapi juga APH,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi harga bahan pokok seperti beras, cabai, dan telur saat ini masih stabil. Namun, jika ditemukan adanya penyimpangan di lapangan, Komisi II DPRD bersama dinas terkait tidak segan mendorong dilakukan sidak (inspeksi mendadak).
“Kalau nanti ditemukan harga yang tidak sesuai atau penimbunan, kami akan minta dinas terkait untuk turun langsung. Semua harus diawasi agar stok dan harga tetap stabil,” ujarnya.(*/Adv)
Penulis : Riel










