Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN – Fraksi NasDem DPRD Kota Balikpapan melalui juru bicaranya, Siska Anggraini, menyampaikan sejumlah catatan kritis dalam Rapat Paripurna penyampaian Pemandangan Umum terhadap Perubahan Nota Keuangan RAPBD 2026 di Hotel Gran Senyiur, Kamis (20/11/2025).
Dalam penyampaian awal, Fraksi NasDem menyoroti banyaknya keluhan warga terhadap pelayanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), terutama minimnya pemasangan sambungan rumah, kurangnya pipa induk di beberapa kawasan, serta kualitas air yang dinilai semakin menurun. NasDem meminta Pemkot segera memanggil manajemen PTMB untuk mencari solusi.
Persoalan banjir kembali menjadi perhatian besar Fraksi NasDem. Mereka menilai penanganan banjir berjalan lambat dan belum memberi dampak signifikan, termasuk pekerjaan penanggulangan di DAS Ampal.
Fraksi NasDem meminta evaluasi menyeluruh dan kajian komprehensif agar masyarakat benar-benar merasakan perbaikan.
Selain itu, Fraksi NasDem menyoroti kemacetan yang semakin parah di beberapa titik kota pada jam sibuk. Mereka mendorong Pemkot mencari solusi seperti rekayasa lalu lintas atau pembukaan akses jalan alternatif.
Terkait kondisi keuangan daerah, NasDem memberikan perhatian khusus pada penurunan signifikan pendapatan daerah setelah adanya penyesuaian Dana Transfer 2026 dari pemerintah pusat.
Pendapatan daerah turun dari Rp3,36 triliun menjadi Rp2,91 triliun, sementara pendapatan transfer merosot hampir 40 persen.
Dengan kondisi tersebut, Fraksi NasDem meminta pemerintah lebih selektif menentukan program prioritas, mengurangi belanja seremonial, serta memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.
Fraksi NasDem juga mendorong peningkatan PAD, perbaikan layanan, digitalisasi pajak, dan penertiban potensi kebocoran pendapatan.
Fraksi NasDem menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif, kritis, dan konstruktif dalam pembahasan APBD 2026, agar anggaran yang dihasilkan berpihak kepada masyarakat dan mampu menjawab tantangan pembangunan Balikpapan.(*/Adv)
Penulis : Riel










