Pamungkasnews.id, Balikpapan – Upaya peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus digencarkan oleh berbagai pihak, termasuk para wakil rakyat yang memiliki komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Salah satunya adalah Nelly Turuallo, S.E., M.E., anggota DPRD Kota Balikpapan dari Komisi IV, yang menggagas kegiatan penyuluhan tata cara pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.
Kegiatan edukatif ini berlangsung di Aula Gereja Protestan di Indonesia Barat (GPIB) Bukit Sion pada Senin, 23 Juni 2025, dan dihadiri Ketua Tim Kefarmasian Dinas Kesehatan Balikpapan, Yogik Wahyudianto, Ketua Perkumpulan Boga Sion, Catrin, serta para pelaku UMKM binaan jemaat GPIB Bukit Sion, yang membawa berbagai produk olahan rumah tangga sebagai sampel untuk dikonsultasikan langsung.
Dalam sambutannya Nelly menyebut penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas produk melalui sertifikat PIRT sebagai bentuk jaminan kualitas dan keamanan pangan sebelum masuk ke pasar luas serta manfaat jangka panjang dari kepemilikan sertifikasi tersebut.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan yang selama ini dihadapi UMKM, yakni sulitnya mengakses pasar retail akibat keterbatasan legalitas produk. Penyuluhan ini sekaligus menjadi momen penyadaran bahwa produk berkualitas juga perlu diimbangi dengan pengakuan legal formal, agar bisa berkembang secara berkelanjutan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang sudah berkenan hadir dan memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM binaan kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membuka jalan UMKM agar bisa bersaing dan berkembang di pasar yang lebih luas,” ungkap Nelly Turuallo dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Nelly mengapresiasi antusiasme para pelaku UMKM dalam mengikuti kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah, sehingga harus terus didampingi dan diberi ruang untuk tumbuh.
Ia mengungkapkan dari data yang ada jumlah UMKM yang terdaftar di Kota Balikpapan saat ini mencapai lebih dari 79 ribu, namun yang benar-benar aktif hanya sekitar 40 ribu pelaku usaha.
“Ini artinya kita masih punya pekerjaan rumah untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha agar bangkit dan berdaya. Jangan takut untuk melangkah. Jangan ragu dengan produk kita. Jangan terjebak pada pikiran yang membatasi diri sendiri. Saya minta kepada seluruh pelaku UMKM untuk tetap semangat, tetap produktif, dan terus meningkatkan kualitas produknya,” tegas Nelly dengan nada optimis.
Nelly menambahkan, perputaran ekonomi rakyat harus tetap berjalan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Tanpa aktivitas ekonomi dari bawah, pertumbuhan daerah akan terhambat.
“UMKM adalah penyumbang terbesar perputaran ekonomi di Kota Balikpapan. Maka sudah sewajarnya jika kita dorong agar sektor ini naik kelas. UMKM bukan sekadar bertahan, tapi harus berkembang,” bebernya.
Tidak berhenti sampai di penyuluhan, Nelly juga berkomitmen untuk membantu proses pemasaran produk-produk UMKM binaan, khususnya produk olahan rumah tangga dari Perkumpulan Boga Sion. Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan beberapa jaringan pasar retail agar ke depan produk-produk lokal tersebut bisa memperoleh tempat di etalase ritel modern.
“Saya akan coba bantu fasilitasi produk-produk ini ke pasar retail. Kalau produknya sudah legal, bersertifikat, dan layak edar, kenapa tidak? Ini bagian dari komitmen kita untuk mendukung UMKM bukan hanya dari aspek produksi, tapi juga dari sisi distribusi dan pemasaran,” tegas politisi Partai Golkar yang dikenal aktif turun ke lapangan ini.
Menurut Nelly, jika UMKM berkembang, maka secara otomatis akan terjadi peningkatan taraf hidup masyarakat, pengurangan angka pengangguran, hingga penguatan ekonomi komunitas termasuk di lingkungan gereja.
“Dengan berkembangnya UMKM, saya yakin akan ada banyak perubahan positif. Masyarakat lebih sejahtera, lapangan kerja terbuka, dan secara khusus bisa menjadi penopang ekonomi gereja itu sendiri,” harapnya.
Nelly menilai Langkah edukatif seperti ini tidak hanya menciptakan pelaku usaha yang produktif, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui semangat gotong royong dan pendampingan yang berkelanjutan, mimpi UMKM lokal untuk menembus pasar yang lebih luas bukan lagi angan-angan. Dengan legalitas yang kuat, kualitas yang baik, dan semangat yang tak padam, UMKM Balikpapan siap menjadi garda depan perekonomian daerah”tutupnya.
Sementara itu, Catrin, perwakilan dari Perkumpulan Boga Sion yang juga bertugas di Dinas Kesehatan, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Nelly Turuallo yang selama ini secara konsisten membina dan mendorong UMKM jemaat untuk lebih profesional.
“Kegiatan hari ini merupakan bagian dari penyuluhan tentang PIRT, yang merupakan singkatan dari Produksi Industri Rumah Tangga. Produk olahan pangan yang dibuat dari rumah tangga wajib memiliki sertifikasi ini sebelum masuk ke pasar umum. Kami sangat bersyukur, karena ini membuka peluang yang besar bagi pelaku UMKM binaan kami,” ujar Catrin.
Ia menambahkan bahwa selama ini banyak pelaku UMKM yang belum memahami prosedur dan manfaat dari sertifikasi tersebut.
“Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, diharapkan UMKM binaan lebih percaya diri dan siap bersaing di pasar lokal hingga nasional” tandasnya.
Untuk diketahui sebagai pemerhati UMKM Nelly tidak saat ini saja, sebelumnya pada Oktober 2024, dirinya telah menggandeng Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan guna memberikan penyuluhan terkait UMKM dan bagai mana untuk memulai usaha agar berkembang.
Reporter : Agus.












