Balikpapan, Pamungkasnews.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, melakukan inspeksi lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait potensi longsor di area siring atau turap Puskesmas Batu Ampar.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan ratusan siswa SD Negeri 020 Batu Ampar karena lokasi siring berbatasan langsung dengan ruang kegiatan belajar mengajar.
Hasil peninjauan menunjukkan adanya indikasi pergeseran tanah pada lahan tempat berdirinya Puskesmas Batu Ampar. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memicu longsor yang dapat mengancam bangunan sekolah maupun aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Fauzi Adi Firmansyah, kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah Kota Balikpapan harus segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi bencana yang dapat menimbulkan korban.
“Saat ini tanah di area Puskesmas Batu Ampar mengalami pergeseran. Cepat atau lambat kondisi ini bisa berakibat fatal terhadap anak-anak didik kita yang sedang menuntut ilmu di SDN 020 Batu Ampar,” ujar Fauzi Adi Firmansyah usai melakukan peninjauan lapangan, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan bahwa ancaman longsor bukan hanya berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan di puskesmas, tetapi juga dapat mengancam keselamatan para siswa apabila siring dengan ketinggian lebih dari empat meter tersebut runtuh.
“Ini sangat membahayakan. Jika terjadi longsor, bukan hanya pelayanan kesehatan masyarakat yang terganggu, tetapi material longsoran juga dapat menimpa gedung SDN 020 Batu Ampar. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Fauzi juga mendesak Pemerintah Kota Balikpapan agar segera melakukan langkah mitigasi melalui perbaikan dan penataan ulang struktur turap atau siring guna mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.
“Kami meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki dan menata ulang turap atau siringan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi,” tandasnya.
Kunjungan lapangan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Lurah Batu Ampar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta sejumlah tokoh masyarakat yang bersama-sama meninjau langsung kondisi lokasi.
Seluruh pihak berharap hasil peninjauan ini segera ditindaklanjuti melalui langkah teknis dan kebijakan yang cepat agar potensi longsor dapat dicegah sejak dini. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan keamanan lingkungan pendidikan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Batu Ampar.
Reporter : Agus










