PAMUNGKASNEWS.ID | BALIKPAPAN – Antusiasme dan kepedulian sosial warga di kawasan Balikpapan Utara begitu terasa pada perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Salah satu potret nyata kebersamaan tersebut terlihat di Masjid An Nasir yang berlokasi di lingkungan RT 70, Jalan LKMD Perum Sumber Indah, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.
Pada tahun ini, Panitia Kurban Masjid An Nasir sukses melaksanakan penyembelihan sebanyak 9 ekor hewan kurban yang terdiri dari 5 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Seluruh prosesi penyembelihan hingga pemaketan daging kurban dipusatkan di halaman Masjid An Nasir.
Anggota Panitia Kurban Masjid An Nasir, Yuliansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah kurban tahun ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi erat antara dua lingkungan, yaitu RT 70 dan RT 72.
Hewan kurban yang disembelih tidak hanya berasal dari sumbangan perorangan, melainkan sebagian besar lahir dari inisiatif swadaya warga melalui sistem arisan.
“Sapi kurban ini berasal dari arisan warga dan dari perorangan. Pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ini, kami menyembelih sebanyak 5 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Dari 5 ekor sapi tersebut, sebanyak 4 ekor merupakan hasil swadaya murni dari warga RT 70 dan RT 72 melalui sistem arisan, sedangkan 1 ekor sapi lainnya merupakan kurban perorangan. Sementara untuk 4 ekor kambing, semuanya berasal dari kurban perorangan,” ujar Yuliansyah saat memberikan keterangan pada Rabu (27/5/2026).
Lebih lanjut, Yuliansyah mengungkapkan adanya tren peningkatan partisipasi warga dalam berkurban tahun ini jika dihitung secara proporsional.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kepanitiaan kurban di Masjid An Nasir harus menggabungkan kekuatan dari tiga lingkungan RT sekaligus untuk dapat menyembelih 5 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Namun, pada Iduladha kali ini, meski hanya melibatkan gabungan dua RT saja (RT 70 dan RT 72), jumlah hewan kurban yang terkumpul tetap melimpah, yakni mencapai 9 ekor.
Menurut Yuliansyah, keberhasilan peningkatan ini tidak lepas dari konsistensi mekanisme arisan kurban yang dijalankan oleh pengurus dan warga setempat. Sistem ini dinilai sangat membantu dan meringankan beban finansial warga yang ingin menunaikan ibadah kurban.
“Untuk mekanisme arisan kurban ini, warga melakukan setoran setiap bulan. Namun, ada juga sebagian warga yang memilih langsung membayar lunas sekaligus dua bulan sebelum hari perayaan Iduladha. Pola ini terbukti efektif menarik minat warga untuk ikut serta,” tambahnya.
Kerja keras panitia kurban yang melibatkan sejumlah warga setempat membuahkan hasil berupa 430 kantong daging kurban. Komitmen transparansi dan asas pemerataan menjadi prioritas panitia dalam menyalurkan daging kurban tersebut agar tepat sasaran.
Yuliansyah mengatakan, bahwa mayoritas daging kurban dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan warga di dua lingkungan RT tersebut. sementara sebagian juga disebar secara sosial untuk masyarakat luar yang membutuhkan.
“Penyalurannya kami bagi menjadi beberapa klaster. Sebanyak 320 kantong daging dibagikan secara merata kepada seluruh warga yang berada di lingkungan internal RT 70 dan RT 72. Kemudian, kami juga mengalokasikan 60 kantong daging untuk masyarakat di luar lingkungan kami, khususnya bagi kaum dhuafa yang membutuhkan. Terakhir, sebanyak 50 kantong kami distribusikan untuk konsumsi dan apresiasi kepanitiaan yang sudah bekerja sejak pagi. Jadi total keseluruhan ada 430 kantong yang kami sebar,” pungkas Yuliansyah.
Melalui momentum Iduladha 1447 H ini, pihak Panitia Kurban Masjid An Nasir berharap tradisi arisan swadaya ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.
Selain sebagai bentuk ketaatan ibadah kepada Allah SWT, agenda tahunan ini terbukti menjadi perekat tali silaturahmi dan gotong royong antarwarga di lingkungan Kelurahan Batu Ampar.
Reporter : FZ












