Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo, SE, menegaskan perlunya kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, DPRD, sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk menurunkan angka stunting di Kota Balikpapan.
Pesan itu disampaikannya dalam usai menggelar Dialog Warga di SMP Negeri 27 Balikpapan Tengah, Rabu (26/11/2025).
Nelly menjelaskan bahwa angka stunting di Balikpapan masih berada pada posisi yang memerlukan perhatian serius.
Tercatat pada tahun 2023, angka stunting sebesar 21,6 persen, sementara standar nasional hanya 14 persen. Target untuk menurunkannya pada 2024 justru belum tercapai, bahkan meningkat menjadi 24,8 persen atau naik 5 persen.
“Artinya kita belum berhasil. Tetapi tantangan ini justru harus menjadi pemacu kita untuk bekerja lebih kuat. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, harus bergerak sebagai satu tim,” tegasnya.
Nelly kemudian menceritakan hasil pembelajaran yang didapat saat kunjungan kerja ke beberapa daerah yang sukses menurunkan stunting secara drastis.
“Terus kami berguru ke beberapa tempat. Kemarin saya kagum sekali di Kabupaten Bogor dan Deli Serdang. Deli Serdang itu luar biasa. Tahun 2023 angkanya 33,3 persen, tapi bisa turun 14 persen di tahun berikutnya,” ujarnya.
Dari pemaparan Dinas Kesehatan di daerah tersebut, Nelly menyimpulkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi lintas sektor yang berjalan efektif.
“Ternyata sistem mereka tidak lagi bekerja hanya di tingkat OPD pengampu. Semua bergerak bersama. Karena itu, saya tadi mengajak untuk mengubah cara pandang. Kalau dulu ada istilah superman, maka sekarang harus menjadi super team. Di era ini tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan sendirian,” tegasnya.
Ia berharap pola kerja kolaboratif tersebut dapat diadopsi di Balikpapan agar penurunan angka stunting bisa lebih cepat dan selaras dengan target nasional maupun visi Indonesia Emas.
Selain itu, Nelly juga menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam mendukung kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Ia menekankan bahwa generasi saat ini memiliki fasilitas belajar jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya, sehingga semangat untuk meningkatkan kualitas diri harus semakin tinggi.
“Ini langkah awal. Ke depan, kita harus lebih intens bersilaturahmi dan berdiskusi, terutama soal pendidikan dan pencegahan stunting. Kalau kita bergerak sebagai super team, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” tutupnya.(*/Adv)
Penulis : Riel










