Pamungkasnews.id | Balikpapan – Upaya memperkuat perbaikan lingkungan berbasis kebutuhan riil masyarakat kembali ditegaskan Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang).
Kegiatan ini mengusung tema RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, “Peningkatan Kota Nyaman untuk Semua Berbasis SDM Berkarakter, Ekonomi Bernilai Tambah, Infrastruktur Tangguh dan Tata Kelola Inovatif.”
Rakorenbang tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah, Anggota DPRD Kota Balikpapan Japar Sidik, Camat Balikpapan Utara Umar Adi, Lurah Batu Ampar Awan Darmawan, S.IP, perwakilan LPM Batu Ampar, Dinas Pekerjaan Umum, Puskesmas, serta 77 Ketua RT se-Kelurahan Batu Ampar.
Hadir pula mitra lembaga kelurahan dan organisasi kemasyarakatan, menandakan kuatnya partisipasi publik dalam perencanaan pembangunan.
Dalam sambutannya, Lurah Batu Ampar Awan Darmawan, S.IP menegaskan bahwa seluruh usulan pembangunan yang diajukan Ketua RT tidak serta-merta diterima, melainkan melalui proses seleksi ketat berdasarkan asas kegentingan dan kebutuhan prioritas warga.
Ia mencontohkan, pada tahun-tahun sebelumnya penanganan banjir menjadi fokus utama karena berdampak langsung terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.
“Polanya masih sama. Tahun 2026 ini sekitar 150 usulan masuk dari para Ketua RT, kemudian disaring menjadi 40 usulan yang dianggap penting, dan akhirnya hanya 14 usulan yang masuk skala prioritas,” ujar Awan.
Ia menjelaskan, prioritas utama tahun ini diarahkan pada lingkungan RT yang selama ini belum pernah tersentuh kegiatan fisik pembangunan. Namun demikian, kawasan yang rawan banjir tetap menjadi perhatian paling mendesak, mengingat dampaknya yang berulang setiap musim hujan.
Awan Darmawan juga memaparkan data usulan dari tahun ke tahun sebagai gambaran tingginya partisipasi warga. Pada 2024 terdapat 40 RT yang mengajukan usulan, tahun 2025 sebanyak 25 RT, sementara tahun ini melonjak signifikan dengan 150 usulan yang masuk sebelum diseleksi secara bertahap hingga mengerucut menjadi 14 prioritas utama.
Beberapa contoh lokasi prioritas di antaranya RT 02 di sekitar lingkungan SD 31 yang hampir setiap hujan dilanda banjir. Selain itu, RT 45 dan RT 39 juga menjadi perhatian khusus, dengan rencana pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 800 meter, mengingat wilayah tersebut kerap mengalami genangan air.
Awan berharap Melalui Rakorenbang ini, Kelurahan Batu Ampar menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang adil, terarah, dan berbasis data lapangan.
“Proses seleksi yang ketat diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek fisik semata, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa perencanaan pembangunan membutuhkan skala prioritas, kebersamaan, dan keberpihakan pada kebutuhan paling mendesak masyarakat” tandasnya.
Reporter : Ags












