Pamungkasnews.id | BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan resmi membuka rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dalam sebuah kegiatan khidmat yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa malam (24/2/2025).
Agenda ini menjadi penanda dimulainya program keagamaan tahunan yang tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga memperkokoh silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Momentum pembukaan Safari Ramadan 1447 H ini menegaskan komitmen Pemkot dalam membangun kehidupan religius yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Balikpapan.
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama yang dihadiri jajaran pejabat Pemkot, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, unsur masyarakat, serta awak media. Kebersamaan berlanjut dengan pelaksanaan salat Magrib, Isya, hingga Tarawih berjamaah.
Suasana penuh kekhidmatan tersebut mencerminkan semangat persatuan dalam bingkai ibadah. Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Kebersamaan ini menjadi energi kolektif untuk memperkuat solidaritas sosial, sekaligus mempertegas bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan spiritualitas warganya.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan bukanlah rutinitas tahunan semata, melainkan ruang pembinaan diri untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
“Ramadan adalah kesempatan untuk melatih diri agar lebih sabar, lebih peduli, dan lebih disiplin dalam beribadah. Nilai-nilai ini jangan berhenti saat Ramadan usai, tetapi harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa esensi utama Ramadan terletak pada kemampuan menjaga konsistensi atau istiqamah. ” Kebiasaan positif seperti tadarus Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta membangun kepedulian sosial harus menjadi budaya berkelanjutan, bukan tradisi musiman” Kata Walikota Balikpapan.
Safari Ramadan tahun ini dijadwalkan berlangsung sebanyak delapan kali dan akan menyasar masjid-masjid di seluruh kecamatan di Kota Balikpapan.
Agenda ini tidak hanya menjadi sarana ibadah bersama, tetapi juga ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Di dalamnya tersampaikan pesan-pesan moral, program pembangunan, serta penguatan nilai kebangsaan dan toleransi.
“Melalui Safari Ramadan, Pemkot Balikpapan menunjukkan bahwa pembangunan tidak boleh terlepas dari pendekatan spiritual dan sosial. Kota yang maju adalah kota yang mampu menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan kekuatan moral warganya” tegasnya.
Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga nilai religius dan harmoni sosial.
Sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota global yang nyaman dihuni seluruh lapisan masyarakat, semangat Madinatul Iman harus tercermin dalam sikap saling menghormati antarumat beragama.
Menurutnya, keharmonisan kota akan tetap terjaga apabila setiap pemeluk agama menjalankan ajaran dan syariatnya dengan baik, disertai toleransi serta penghargaan terhadap keberagaman.
“Jika kita konsisten dalam kebaikan dan saling menghormati, Balikpapan akan terus tumbuh sebagai kota yang aman, damai, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri Rahmad mengatakan Safari Ramadan 1447 H bukan hanya agenda keagamaan, melainkan gerakan kolektif membangun karakter masyarakat. Dari masjid ke masjid, dari dialog ke dialog, tersirat pesan kuat bahwa masa depan Balikpapan ditopang oleh iman, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial.
“Dengan semangat membangun Kota Balikpapan, kita akan terus melangkah maju, tegas dalam nilai, inovatif dalam pembangunan, dan inspiratif dalam keberagaman” tandasnya.
Reporter : Ags










