Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN — Persoalan drainase yang tak kunjung tuntas di Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan. Namun kali ini, Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, menegaskan bahwa masalahnya bukan sekadar soal infrastruktur yang belum maksimal tapi lebih pada kebiasaan masyarakat sendiri.
Menurutnya, saluran drainase akan tetap mampet meski diperlebar atau dibangun ulang jika budaya membuang sampah sembarangan tidak berubah.
“Salah satu penyebab utama drainase bermasalah itu sampah. Bukan teknisnya saja, tapi pola pikir kita. Kalau sampah dari rumah tidak dipilah, ujung-ujungnya masuk ke saluran air, dan jadilah genangan,” tegas Wahyullah, Selasa, 18/11/2025
Wahyullah menjelaskan, persoalan drainase tidak dapat dilepaskan dari sistem pengelolaan sampah kota. Perbaikan saluran hanya akan menjadi solusi sementara jika setiap hari masyarakat tetap membuang sampah plastik, popok, hingga limbah rumah tangga ke parit dan sungai.
“Drainase mau dibenahi berkali-kali pun percuma kalau sampah tidak ditangani sejak dari rumah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada warga untuk memilah sampah, terutama yang tidak boleh masuk ke saluran air.
Wahyullah juga mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya menyumbat saluran, tetapi juga telah menekan kapasitas TPA Manggar yang kini tinggal menunggu waktu.
Berdasarkan kajian pemerintah, TPA diprediksi penuh dalam 1–2 tahun ke depan. Zona terakhir Zona 7 pun sudah tidak bisa lagi diperluas.
“Ada edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup yang melarang penambahan TPA baru. Artinya, satu-satunya cara adalah mengurangi sampah dari hulu,” katanya.
Hal ini sekaligus memperkuat argumen bahwa pengendalian sampah bukan hanya tugas DLH, tetapi tanggung jawab kolektif warga.
Wahyullah mengapresiasi peningkatan bank sampah di tiap kelurahan kini rata-rata memiliki 7–8 titik. Namun menurutnya, fasilitas yang banyak tidak akan berdampak signifikan jika tidak digunakan.
“Fsilitas sudah ada, tinggal kemauan warganya. Kalau tidak dimanfaatkan, angka sampah tidak akan turun,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah kota memperkuat strategi pengurangan sampah dari rumah tangga, didukung gerakan bersama antara DPRD, DLH, dan masyarakat.
“Kalau pengelolaan sampahnya kuat sejak dari hulu, masalah genangan bisa ditekan. Drainase bersih, lingkungan pun lebih terjaga,” pungkasnya.(*/Adv)
Penulis : Riel










