Antrean Solar Menggila di Balikpapan, Oddang Desak Semua Pihak Duduk Bersama Untuk Mencari Akar Permasalahan

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamungkasnews.id | Balikpapan – Pernyataan resmi dari Pertamina Patra Niaga melalui Executive General Manager, Isfahani, yang menegaskan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Balikpapan dalam kondisi aman, justru berbanding terbalik dengan realitas di lapangan.

Antrean panjang kendaraan, khususnya di SPBU KM 13 dan KM 15, masih mengular hingga 3 – 4 kilometer untuk mendapatkan solar subsidi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar,”jika stok aman, mengapa distribusi justru memicu krisis antrean?”

Fenomena antrean panjang ini bukan kejadian baru. Dalam beberapa waktu terakhir, para sopir truk dan pelaku logistik di Balikpapan terus menghadapi situasi serupa. Waktu tunggu untuk memperoleh solar subsidi bahkan bisa mencapai tiga hari. Ini sebuah angka yang mencerminkan kegagalan sistem distribusi, bukan sekadar persoalan teknis di lapangan.

Ketimpangan antara klaim ketersediaan dan fakta antrean panjang mengindikasikan adanya persoalan serius dalam manajemen distribusi, pengawasan, hingga potensi penyalahgunaan.

Menanggapi situasi ini, Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang dari Dapil Balikpapan Utara, menegaskan perlunya langkah cepat dan terkoordinasi. Ia mendorong dilaksanakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Kami DPRD Balikpapan akan memfasilitasi RDP guna mencari solusi dan mengungkap akar persoalan ini,” tegas Oddang.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan. Pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU, serta perwakilan sopir harus duduk bersama dalam satu forum terbuka dan transparan.

Oddang menyoroti dampak langsung antrean terhadap kesejahteraan para sopir. Dalam satu minggu, mereka hanya bisa bekerja efektif selama dua hari, sementara sisa waktu habis untuk mengantre BBM.

“Ini ironis. Dalam satu minggu mereka bekerja hanya dua hari, selebihnya habis untuk antre solar. Mau makan apa keluarganya? Ini jelas berdampak pada ekonomi kota yang melambat,” ujarnya tajam.

Efek domino dari kondisi ini tidak bisa diremehkan. Terganggunya distribusi barang akan berdampak pada harga kebutuhan pokok, kelancaran logistik, hingga stabilitas ekonomi lokal.

Permasalahan ini menuntut lebih dari sekadar klarifikasi. Dibutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM subsidi, termasuk transparansi kuota, mekanisme penyaluran, serta pengawasan di tingkat SPBU.

Oddang menegaskan bahwa diskusi lintas sektor harus segera dilakukan agar persoalan tidak semakin meluas.

“Ini harus segera didiskusikan dan ditangani. Jangan dibiarkan berlarut-larut agar dampaknya tidak semakin besar,” unjatnya

“Kasus antrean solar di Balikpapan menjadi cermin bahwa ketersediaan stok bukan satu-satunya indikator keberhasilan distribusi energi. Tanpa sistem yang tepat, transparan, dan terawasi, kelangkaan semu akan terus terjadi, merugikan masyarakat kecil dan menghambat roda ekonomi” tandasnya

Reporter : Agus

Berita Terkait

Truk Besar Kembali Makan Korban di Balikpapan, Syarifuddin Oddang: Aturan Jangan Hanya Jadi Pajangan
Oddang: Cukup Omong Kosong! Komisi III Tuntut Penindakan Tegas Atas Pelanggaran Hukum Perumahan Penyebab Banjir
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Soroti Ancaman Longsor di Puskesmas Batu Ampar, Minta Pemkot Bertindak Cepat Demi Keselamatan Siswa SDN 020
Arisanda Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Balikpapan Barat, Air Bersih hingga Semenisasi Jalan Jadi Prioritas
Reses DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo Prioritaskan SPMB, BPJS Gratis dan Pemerataan Pendidikan Swasta
Reses Simon Sulean di Sungai Nangka: Warga Keluhkan Air Bersih, Sambungan PTMB, hingga Aturan SPMB Jalur Anak Guru
Reses DPRD Balikpapan: Hj. Kasmah Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Graha Indah, Prioritaskan Pipa Induk PDAM dan Keselamatan Lingkungan
Reses DPRD Balikpapan, Hj. Iim Dorong Pengelolaan Sampah, Penghijauan, dan Perjuangkan Aspirasi Infrastruktur Warga
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Truk Besar Kembali Makan Korban di Balikpapan, Syarifuddin Oddang: Aturan Jangan Hanya Jadi Pajangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45 WIB

Oddang: Cukup Omong Kosong! Komisi III Tuntut Penindakan Tegas Atas Pelanggaran Hukum Perumahan Penyebab Banjir

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:40 WIB

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Soroti Ancaman Longsor di Puskesmas Batu Ampar, Minta Pemkot Bertindak Cepat Demi Keselamatan Siswa SDN 020

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:24 WIB

Arisanda Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Balikpapan Barat, Air Bersih hingga Semenisasi Jalan Jadi Prioritas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:14 WIB

Reses DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo Prioritaskan SPMB, BPJS Gratis dan Pemerataan Pendidikan Swasta

Berita Terbaru