Reses Simon Sulean di Sungai Nangka: Warga Keluhkan Air Bersih, Sambungan PTMB, hingga Aturan SPMB Jalur Anak Guru

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamungkasnews.id | BALIKPAPAN – Persoalan distribusi air bersih kembali menjadi aspirasi utama masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2025/2026 Anggota DPRD Kota Balikpapan, Simon Sulean, di Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, Jumat (3/7/2026) malam.

Selain masalah pasokan air dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), warga juga menyampaikan keluhan terkait sambungan baru air bersih, usulan pembangunan sumur bor dan CCTV lingkungan, hingga aturan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur anak guru yang dinilai belum berpihak pada masyarakat.

Kegiatan reses yang dihadiri warga RT 01, RT 03, RT 04, dan RT 07 tersebut turut dihadiri perwakilan PTMB serta Kelurahan Sungai Nangka sebagai bentuk sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Simon Sulean menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih banyak usulan pembangunan yang belum dapat direalisasikan pada tahun ini.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap kemampuan keuangan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kami memahami masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terealisasi. Kondisi anggaran daerah saat ini memang terdampak efisiensi dari pusat,” ujar Simon.

Meski demikian, ia memastikan seluruh aspirasi warga akan tetap diperjuangkan melalui pembahasan anggaran maupun koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Permasalahan pelayanan air bersih menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga.

Ketua RT 01 Sungai Nangka, Ali, meminta PTMB segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan distribusi air karena pasokan air dinilai lebih sering tidak mengalir dibandingkan mengalir.

“Air lebih lama tidak mengalir daripada mengalirnya. Kami minta pipa distribusi diperiksa kembali,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Daud yang mempertanyakan tagihan air tetap normal meski selama beberapa bulan rumahnya tidak mendapatkan suplai air bersih.

Ia berharap PTMB melakukan evaluasi terhadap sistem pencatatan meter air agar tagihan benar-benar sesuai dengan kondisi pemakaian.

Sementara itu, Rosita, warga RT 03, mengeluhkan proses pemasangan sambungan baru yang hingga kini belum terealisasi.

Selain itu, warga berharap PTMB dapat memberikan informasi lebih cepat kepada masyarakat setiap kali terjadi gangguan distribusi sehingga warga dapat melakukan antisipasi lebih awal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, perwakilan PTMB, Nadira, menjelaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait lonjakan tagihan air yang tidak sesuai dengan penggunaan.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat sejumlah kerusakan pada meter air pelanggan yang menyebabkan ketidaksesuaian pencatatan.

“Sudah ditindaklanjuti oleh direksi karena memang banyak laporan tagihan membengkak sementara pemakaian tidak normal. Setelah dicek, ada beberapa kerusakan pada meteran air,” jelasnya.

Nadira juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan layanan air bersih, termasuk belum optimalnya program sambungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hal tersebut dipengaruhi persoalan jaringan distribusi yang masih terbatas serta maraknya praktik pencurian air yang mengganggu pelayanan kepada pelanggan.

“Kami juga menghadapi banyak masalah pada pipa distribusi, termasuk kasus pencurian air. Semua masukan warga akan kami teruskan ke pimpinan agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain pelayanan air bersih, warga juga mengusulkan pembangunan beberapa titik sumur bor sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi musim kemarau panjang maupun fenomena El Nino.

Di sisi lain, masyarakat meminta adanya pemasangan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan permukiman guna meningkatkan keamanan dan mencegah tindak kriminalitas.

Menanggapi usulan tersebut, Simon Sulean meminta masyarakat menyusun proposal resmi melalui kelurahan agar dapat diusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan.

Menurutnya, mekanisme administrasi yang lengkap akan mempermudah proses pengajuan program pembangunan.

Dalam dialog bersama warga, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian.

Masyarakat mempertanyakan kebijakan SPMB jalur anak guru untuk jenjang SMP yang dinilai belum memberikan rasa keadilan.

Warga mencontohkan anak guru SD tidak dapat memanfaatkan jalur tersebut apabila orang tuanya tidak mengajar di sekolah tujuan.

Menanggapi hal itu, Simon Sulean mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.

Berdasarkan penjelasan dinas, jalur anak guru hanya berlaku di sekolah tempat orang tua bertugas sehingga tidak dapat digunakan lintas sekolah.

“Informasi dari Disdikbud, jalur anak guru hanya berlaku di sekolah tempat orang tua mengajar. Jadi tidak bisa lintas sekolah,” jelas Simon.

Menutup kegiatan reses, Simon Sulean menyampaikan bahwa PTMB juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino.

Salah satunya dengan menyiagakan armada mobil tangki air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila terjadi gangguan distribusi.

“Tadi perwakilan PTMB juga akan ikut menyampaikan, dalam menghadapi El Nino, PTMB akan menyiapkan mobil tangki. Jadi warga bisa menghubungi PTMB langsung,” tutup Simon.

Melalui forum reses tersebut, berbagai aspirasi masyarakat diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat infrastruktur dasar, serta menghadirkan solusi yang lebih cepat, tepat, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat Balikpapan.

Reporter : Agus

Berita Terkait

Truk Besar Kembali Makan Korban di Balikpapan, Syarifuddin Oddang: Aturan Jangan Hanya Jadi Pajangan
Oddang: Cukup Omong Kosong! Komisi III Tuntut Penindakan Tegas Atas Pelanggaran Hukum Perumahan Penyebab Banjir
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Soroti Ancaman Longsor di Puskesmas Batu Ampar, Minta Pemkot Bertindak Cepat Demi Keselamatan Siswa SDN 020
Arisanda Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Balikpapan Barat, Air Bersih hingga Semenisasi Jalan Jadi Prioritas
Reses DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo Prioritaskan SPMB, BPJS Gratis dan Pemerataan Pendidikan Swasta
Reses DPRD Balikpapan: Hj. Kasmah Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Graha Indah, Prioritaskan Pipa Induk PDAM dan Keselamatan Lingkungan
Reses DPRD Balikpapan, Hj. Iim Dorong Pengelolaan Sampah, Penghijauan, dan Perjuangkan Aspirasi Infrastruktur Warga
Reses Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri Fokus Perjuangkan Air Bersih, Drainase, dan Kepastian Status Tanah Warga
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Truk Besar Kembali Makan Korban di Balikpapan, Syarifuddin Oddang: Aturan Jangan Hanya Jadi Pajangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45 WIB

Oddang: Cukup Omong Kosong! Komisi III Tuntut Penindakan Tegas Atas Pelanggaran Hukum Perumahan Penyebab Banjir

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:40 WIB

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Soroti Ancaman Longsor di Puskesmas Batu Ampar, Minta Pemkot Bertindak Cepat Demi Keselamatan Siswa SDN 020

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:24 WIB

Arisanda Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Balikpapan Barat, Air Bersih hingga Semenisasi Jalan Jadi Prioritas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:14 WIB

Reses DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo Prioritaskan SPMB, BPJS Gratis dan Pemerataan Pendidikan Swasta

Berita Terbaru