DPRD Balikpapan

Asep : Penanganan Stunting Dapat Meningkatkan SDM Maju Dan Prestasi

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Penanganan stunting di Kota Balikpapan tentu menjadi perhatian seluruh pihak, tidak terkecuali Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Asep Ahmad Sapturi.

Terkait hal tersebut, Asep meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bisa lebih meningkatkan penanganan stunting sejak awal, mulai dari kehamilan hingga anak lahir.

“Anak stunting dapat terjadi dalam 1000 hari pertama kelahiran dan dipengaruhi banyak faktor, di antaranya sosial ekonomi, asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, kekurangan mikronutrien, dan lingkungan,” ucap Asep kepada awak media, Kamis (12/10/2023).

Menurutnya penanganan stunting dapat meningkatkan SDM maju dan prestasi, karena itu APBD 2023 diharapkan ada alokasi untuk penanganan stunting.

“Bagaimana kami mau menciptakan SDM yang unggul, maju dan prestasi kalau masyarakat Balikapapan mengalami keterbatasan asupan bergizi,” akunya.

Masalah stunting merupakan ancaman bagi Indonesia, karena anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga pertumbuhan otak. Efeknya, SDM menjadi tidak produktif yang berdampak pada terganggunya kemajuan negara.

Untuk mencegahnya, tentu pemerintah harus hadir untuk masyarakat dalam menurunkan stunting. Salah satunya pemberian tablet tambah darah, Vitamin A, taburia, pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI, kampanye gizi seimbang, pemberian obat cacing dan penanganan kekurangan gizi.

Menurutnya, APBD tahun ini merupakan momentum yang pas untuk mengakomodir penanganan stunting.

“Mudah-mudahan kalau sudah diakomodir dari sisi anggarannya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kelurga Berencana (DP3AKB) bisa langsung action,” imbuhnya.

Sementara untuk saat ini masih belum mengetahui nominal yang dialokasikan untuk penanganan stunting. Namun dipastikannya alokasi itu ada.

“Saya rasa anggarannya ada, cuma tidak ada perhatian khusus. Sedih saya lihat masyarakat kalau ada yang asupannya tidak bergizi, sebab itu perlu perhatian ekstra dalam penanganan stunting,” paparnya.

Reporter : Tin

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − 10 =

Back to top button
×