DPRD Balikpapan

Banyaknya Penyalah Gunaan Amdal yang Dilakukan Pengembang, DPRD Balikpapan Usulkan Pembentukan Pansus

BALIKPAPAN, Pamungkasnews.id – Terkait permasalahan banjir yang kerab terjadi diwilayah Tumarintis, RT 42 dan 65 Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, akibat dari pengupasan lahan kawasan Perumahan Grand City yang dilakukan oleh pengembang dalam hal ini PT. Sinarmas yang diduga tidak sesuai dengan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) hingga kini belum menemukan titik temu.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada upaya yang dilakukan baik dari pihak pengembang PT Sinarmas maupun Pemerintah Kota (Pemkot Balikpapan) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menindaklanjuti laporan warga yang terus berdatangan.

Hal tersebut kembali membuat Anggota DPRD kota Balikpapan Khususnya Anggota Komisi III, kembali angkat suara untuk meminta kepada Pemkot Balikpapan agar segera bertindak atas laporan warga tersebut, baik berupa penghentian sementara kegiatan di kawasan Perum Grand City, sampai meninjau kembali segala bentuk perizinan yang di miliki PT Sinarmas selaku pengembang.

Seperti yang dikatakan Anggota Komisi III DPRD kota Balikpapan Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara, Syarifuddin Oddang, bahwa persoalan banjir yang disebabkan perluasan kawasan pembangunan Perum Grand City hingga saat ini belum ada penyelesaian secara real.

“Hingga kini belum terselesaikan, walaupun pernah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) baik dengan pihak pengembang maupun OPD terkait namun belum ada tindakan apapun”kata Syarifuddin Odang yang akrab disapa Oddang ini kepada Awak media di rumah kerjanya, Selasa (10/05/2022).

Oddang memaparkan terjadinya banjir disejumlah titik di kota Balikpapan yang hingga kini belum terselesaikan, hal tersebut dikarenakan banyaknya oknum pihak pengembang melakukan pengupasan lahan yang tidak sesuai dengan AMDAL yang dikeluarkan.

Ini dapat kita perhatikan (lanjut Oddang) pada saat melakukan RDP, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan sidak yang menjadi permasalahan utama adalah banjir.

“Dan ternyata setelah pihak kami mengumpulkan resume dan peninjauan di lapangan, penyumbang banjir terbesar ialah aktivitas pengupasan lahan yang dilakukan pihak pengembang baik kecil, menengah maupun besar” bebernya

“Salah satu pengembang terbesar di kota Balikpapan adalah PT. Sinarmas Grub yang juga melakukan pembangunan kawasan perum Grand City”lanjutnya.

Politisi Partai Hanura ini menyampaikan setelah pihaknya melakukan pengecekan ke kawasan pembangunan Perum Grand City, pihak pengembang melaporkan bahwa yang dilakukan pembangunan seluas 224 Hektar dan 9 titik untuk Bozem.

“Namun setelah kita tinjau kembali kelapangan, ternyata hanya terdapat 3 titik Bozem yang tidak tertera luasanya, hanya sekedar laporan saja”bebernya.

Oddang mengatakan atas dasar inilah pihaknya menilai bahwa pihak pengembang tidak konsekuen dalam melakukan pembangunan kawasan perum Grand City. Untuk itu kami (Komis III DPRD kota Balikpapan) mengajukan permohonan untuk segera di bentuk pansus terkait permasalahan perumahan.

“Kami telah mengusulkan kepada Ketua DPRD agar segera di bentuk Panitia Khusus (Pansus) dalam melakukan pengawasan pembangunan perumahan yang dilakukan pihak pengembang”ucapnya

Sementara ditanya terkait tindakan Pemerintah Kota Balikpapan sendiri terhadap permasalahan ini, Oddang mengatakan belum ada kejelasan apa yang harus dilakukan oleh OPD terkait.

“Pemkot Balikpapan melalui OPD nya masih saling lempar terkait permasalahan ini, untuk itu harus di duduk kan semua melalui pansus”pungkasnya.

Reporter : Ags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

98 − = 90

Back to top button
×

Powered by WhatsApp Chat

× Ada yang bisa saya bantu?