DPRD Balikpapan

Dialog Warga Bersama Abdulloh di Balikpapan Barat Membludak

PUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Sedikitnya 600 orang dari sejumlah Kelurahan di wilayah Balikpapan Barat tumpah dalam dialog warga yang dilaksanakan oleh Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, S.Sos bertempat di Warkop Sappo, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat, Selasa, (14/11/2023) malam.

Dialog ini mengusung tema “Pengembangan Peran Masyarakat Melalui Pariwisata Dalam Meningkatkan Perekonomian di Kota Balikpapan”,

Mengawali sambutannya, Abdulloh menyampaikan program unggulan Pemerintah Kota Balikpapan yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat Balikpapan, yakni BPJS Kesehatan Kelas III gratis dan seragam sekolah gratis.

“Kedua program ini berjalan merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Balikpapan dan DPRD. Dari kedua program itu, masing-masing memiliki anggaran yang cukup besar, terutama BPJS Kesehatan gratis yang berkisar di angka 90 miliar,” tuturnya.

Abdulloh mengatakan, BPJS Kesehatan gratis ini manfaatnya luar biasa dan sudah dirasakan oleh masyarakat Balikpapan.

“Sebelum adanya program kesehatan gratis ini, banyak masyarakat yang mengalami kendala-kendala saat masuk di rumah sakit, terutama karena tunggakan,” kata Abdulloh.

“Sekarang ini masyarakat Balikpapan tidak perlu lagi memikirkan untuk membayar iuran setiap bulan, karena sudah ditanggung oleh pemerintah,” ucapnya, lebih lanjut.

Abdulloh juga berpesan, jika masyarakat mengalami kendala saat berobat di rumah sakit ataupun tidak terlayani agar segera menghubungi DPRD Balikpapan.

“Pemerintah bayarnya cash kepada fasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama. Tidak ada alasan lagi fasilitas kesehatan menolak pasien, sepanjang pasien itu terdaftar sebagai penerima program kesehatan gratis. Jika ada yang menolak pasien, maka laporkan ke saya,” pesannya.

Di Balikpapan Barat, kata Abdulloh, Pemkot Balikpapan sudah memiliki rencana membangun fasilitas kesehatan Rumah Sakit Sayang Ibu. Namun masih terkendala legalitas yang belum lengkap

“Jadi, untuk pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu bersabar dulu. Pemerintah sedang berupaya untuk melengkapi dari sisi legalitasnya, masih berproses,” katanya.

Kemudian untuk fasilitas pendidikan terutama SMK Negeri 7 yang selama ini menjadi harapan masyarakat Balikpapan Barat, Abdulloh mengatakan, merupakan kewenangan Provinsi Kaltim.

Kendati begitu, dirinya yang juga merupakan Caleg Provinsi Kaltim 2024, jika terpilih akan memperjuangkan harapan masyarakat tersebut.

“SMK adalah kewenangan Provinsi Kaltim, jadi pemerintah kota tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi jika saya diberikan amanah untuk duduk disana (Kaltim), saya akan perjuangkan itu,” ungkap Abdulloh mengakhiri sambutannya.

Kemudian, kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi bareng. Dalam diskusi ini warga dari sejumlah RT mengeluhkan aliran air bersih dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) yang masih minim.

Menyikapi hal itu, Abdulloh menjelaskan, untuk saat ini debit air yang dimiliki oleh PTMB sangat minim, karena masih mengandalkan air hujan yang ditampung di Waduk Manggar. Sehingga untuk mengatasi hal itu, PTMB masih menunggu Waduk Embung Adji Raden yang berlokasi di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur beroperasi.

Selain itu, Kota Balikpapan kedepan juga dipastikan mendapat distribusi air bersih dari Waduk Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara. Distribusi air bersih ini berkapasitas 500 liter/detik.

 

Bahkan, Abdulloh mengungkapkan, baru-baru ini Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama jajaran PTMB berangkat ke Jepang dalam rangka mencari solusi untuk memproduksi air laut menjadi air tawar.

“Semua solusi untuk mencakup aliran air bersih kepada masyarakat Balikpapan sedang di upayakan oleh pemerintah. Untuk sementara waktu masyarakat bersabar,” jelasnya.

Namun demikian, untuk mengatasi kesulitan air bersih saat ini, Abdulloh tak tinggal diam, dia memberikan solusi sementara kepada masyarakat Balikpapan Barat. Dia mengaku bersedia mensuplay air bersih tersebut kepada mereka yang membutuhkan.

“Jadi, bagi masyarakat di Balikpapan Barat yang masih kesulitan air bersih di komunikasikan saja pada saya, nanti saya suplay,” katanya.

Disamping itu, warga yang hadir dalam dialog ini juga mengusulkan insentif untuk fardhu kifayah, yang selama ini tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah kota.

Menanggapi hal itu, Abdulloh langsung merespon positif. Dia pun berterima kasih karena dapat masukan tersebut.

“InsaAllah dengan masukan ini saya akan bahas nanti di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balikpapan, dan anggarannya bisa di alokasikan. Kemungkinan pembahasannya nanti di APBD murni 2024,” ujarnya.

Reporter : Fz

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

77 − = 72

Back to top button
×