DPRD Balikpapan

FGD Komisi III DPRD Balikpapan Bahas Sampah Pesisir Di Kota Balikpapan

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Balikpapan gelar Focus Group Discussion (FGD) bahas Kajian naskah akademik samaph pesisir di kota Balikpapan.

Dengan melibatkan narasumber dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta dan LSM kota Balikpapan berlangsung di ballroom Hotel Novotel Balikpapan, pada hari Kamis (7/9/2023).

Seketaris Komisi III DPRD Balikpapan H.Kamaruddin Ibrahim menyampaikan, FGD ini membahas penyempurnaan kajian akademik sampah pesisir di kota Balikpapa

“Dalam diskusi kami mengundang beberapa LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat, Red), dan duta lingkungan. Disayangkan kurang luas, padahal LSM ada banyak. Kami mohon maaf tidak mengundang banyak LSM, ” ucap H. acok panggilan akrabnya seusai kegiatan FGD di Ballroom Hotel Balikpapan, pada Kamis (7/9/2023).

H.Acok menyampaikan, bahwa diskusi pembahasan sampah pesisir di kota Balikpapan bersama para ahli dari UGM dan LSM sangat menarik.

“Ada beberapa masukan kajian bisa diolah dari laporan dan saran LSM. Mudah-mudahan mendapatkan hasil yang baik. Memang yang dibahas spesifik sampah di pesisir seperti
di daerah Marga Sari, di Jalan 21 Januari Kampung Baru, itu kan kondisinya berbeda dengan pantai seperti di Manggar,” jelasnya.

H. Acok menjelaskan, Sampah pesisir yang berada di wilayah Balikpapan Timur berbeda dengan keberadaan sampah pesisir di wayah Balikpapan Barat.

” Di pesisir bagian timur kondisi sampahnya landai kontras dengan pasir pantai, bisa langsung terlihat. Sedangkan sampah pesisir di Balikpapan Barat sulit dijangkau. Masuk di bawah kolong perumahan warga, sehingga butuh penanganan khusus,” katanya.

H. Acok mengaku, pembahasan kajian sampah pesisir masih normatif perlu pembahasan yang lebih spesifik dan aktual untuk mendapatkan solusinya.

Politisi Fraksi Partai NasDem include Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendesak, DLH berperan aktif agar penanggulangan sampah pesisir bisa segera dilaksanakan.

“Yang penting ada solusi. Kota Balikpapan (sebenarnya) bisa menangani sendiri, tapi ini terkait dengan anggaran. Takutnya nanti anggaran belum mampu dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Reporter : Tin

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

86 + = 95

Back to top button
×