DPRD Balikpapan

Kamaruddin Meminta Dishub Wajib Tindak Tegas Parkir Liar Proyek Pertamina Disepanjang Jalan Karang Anyar

BALIKPAPAN, Pamungkasnews.id – Panjangnya barisan kendaraan besar baik truk tronton, bus karyawan pertamina yang parkir di sisi kiri kanan sepanjang jalan Karang Anyar Balikpapan Barat menjadi sorotan beberapa pihak.

Pasalnya dengan panjangnya parkiran liar tersebut, mengurangi estetika keindahan kota Balikpapan, serta mengganggu kenyamanan bagi pengguna jalan yang melintas didaerah tersebut.

Bukan hanya itu parkir liar kendaraan proyek pertamina, bus karyawan yang memenuhi bahu jalan di Karang Anyar, kerap membuat kemacetan dipagi, siang maupun sore hari. Hal ini dikarenakan
mayoritas semua kendaraan  berukuran besar dan memakan badan jalan.

Seketaris Komisi III DPRD Kota  Balikpapan  H.Kamaruddin salah satu pihak yang menyoroti  permasalahan parkir liar disepanjang jalan tersebut, secara tegas  meminta Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disnas Perhubungan (Dishub) segera bertindak untuk mensterilkan lokasi tersebut dari parkir truk dan bus Proyek Pertamina.

” Karena ini adalah wilayah kota Balikpapan bukan wilayah Pertamina sehingga Pertamina harus mengupayakan untuk lahan parkir tersendiri, ” tegasnya kerika ditemui awak media di Ruang Kerja Komisi III DPRD kota Balikpapan, baru-baru ini.

H.Kamaruddin yang akrab dipanggil H. Aco ini, menyebut selain mengurangi keindahan kota Balikpapan  juga mengganggu ketertiban, apalagi yang parkir di kawasan  ini semakin hari semakin panjang. Tampak truk besar, trailer roda sepuluh serta bus karyawan parkir di kawasan ini yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

” Kawasan ini dijadikan lahan parkir Ilegal,  Dishub harus segera menindak tegas, menertibkan dan mensterilkan lokasi ini,”pintanya

“Jika berlaku sementara temporary saja, itu boleh-boleh saja, tapi ini saya lihat pagi siang malam selalu ada di situ,”tambahnya

H. Aco mengatakan, pihak Pertamina perlu memikirkan lokasi yang lebih baik untuk menempatkan unit-unitnya. Sebaiknya pihak pertamina mempergunakan akses jalan minyak yang ditutup untuk dijadikan alternatif, karena merupakan lokasi Proyek Pertamina sendiri.

“Bukan hanya persoalan macet, tapi juga persoalan keindahan, apalagi truk itu membawa tanah dan sisa-sisa bahan proyek sehingga mengotori kota,” pungkasnya.

Reporter : Ags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 31 = 35

Back to top button
×