DPRD Balikpapan

Keluhkan Sulitnya Pembuatan Sertifikat Tanah di Wilayah RT 29 & 30 Kelandasan Ilir, Mewarnai Reses Yang Digelar Hasanuddin

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Hari ke-3 masa Persidangan I Tahun 2023, Anggota Komisi IV DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kota Balikpapan Hasanuddin, S.sos menggelar Serap Aspirasi (Reses) di lingkungan RT 29, Gang Segara, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (21/03/2023).

Dalam masa reses ini setiap Anggota DPRD Kota mendapatkan kesempatan mengumpulkan warga masyarakat atau konstituennya untuk menyerap informasi dan aspirasi warga yang diwakilinya melalui daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Tujuan reses adalah untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen sebagai perwujudan Wakil rakyat.

Berbagai aspirasi disampaikan perwakilan warga Kelandasan Ilir di hadapan Hasanuddin secara langsung, mulai dari sulitnya pengurusan sertifikat tanah, BBJS Kesehatan kelas III gratis hingga masalah pendidikan terutama terkait seragam sekolah gratis dan pembangunan gedung sekolah baru.

Seperti yang disampaikan salah satu warga RT 30, dimana dirinya mengaku, sebagian besar warga RT 29 dan 30 kesulitan dalam mengurus tanah yang sudah mereka tempati sejak lama, Padahal semua persyaratan yang diminta telah dilengkapi.

Menurutnya sebagai warga kota Balikpapan ada ketidak adilan bagi dirinya dan warga yang berada di RT 29 dan 30 terkait pengurusan sertifikat ini, dimana sampai saat ini sangat sulit sekali dalam mengurus sertifikat tanah.

“Dari dulu hingga sekarang warga RT 29 & 30 dihadapkan dengan Permasalahan sulitnya mengurus sertifikat tanah, Karena surat segel tanah yang saya miliki saat mau dinaikan menjadi sertifikat sampai saat ini tak kunjung ada kejelasan,” ujar warga RT 30.

“Tetangga sebelah rumah saya sertifikat rumahnya ada. Masa saya mau urus tanah saya sendiri sampai sekarang tak ada kejelasannya. Saya berharap melalui anggota Dewan Bapak Hasanuddin ini dapat memecahkan permasalahan yang ada di wilayah ini” lanjutnya.

Selain permasalahan pengurusan sertifikat tanah, warga juga mengeluhkan sulitnya mendaftar sekolah pada saat memasuki tahun ajaran baru, serta terkait pembagian seragam sekolah gratis.

Ada juga beberap warga yang mengeluhkan terkait pelayanan BPJS kesehatan gratis bagi pemegang kartu kelas III

Semua aspirasi warga dalam reses ini direspon positif oleh Hasanuddin terutama terkait masalah pendidikan.

Hasanuddin mengatakan persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA merupakan hal klasik yang dihadapi para orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.

“Kalau untuk pendidikan, para orang tua juga harus memotivasi anaknya belajar lebih giat agar dapat berprestasi sehingga diterima di sekolah yang diinginkan”ujar Hasanuddin.

“Orang tua juga harus memperhatikan Zonasinya, karena zonasi sebagai penentu dalam seleksi PPDB”terangnya.

Terkait pengurusan sertifikat tanah, Dikatakannya, saat dirinya bertemu dengan Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Balikpapan, kalau lokasi rumah berada di atas air memang agak sulit bisa memiliki sertifikat tanahnya.

“Memang kalau di atas air itu agak sulit. Tapi kalau radius berapa meter dari air laut, itu saya gak tahu, itu bisa diurus. Masalahnya, kadang-kadang ada warga yang mempercayakan kepada calo sehingga dia tidak langsung bertemu dengan yang berwenang,” kata Hasanuddin.

Untuk pengurusan sertifikat tanah ini sendiri (lanjut Hasanuddin) harus melalui jalur-jalur yang sudah ditetapkan, seperti melalui kelurahan, dan harus berhubungan dengan pihak-pihak terkait.

“Nah itu yang perlu diketahui warga. Tapi nanti kita akan coba memediasi warga dengan pihak-pihak berwenang agar permasalahan sertifikat tanah warga di kawasan ini bisa terakomodir,” tandasnya.

Reporter: Ags.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 6

Back to top button
×