DPRD Balikpapan

Ketua DPRD Balikpapan Dukung Keseriusan Pemkot Dalam Mengatasi Banjir Dikawasan DAS Ampal

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN- Ketua DPRD kota Balikpapan Abdulloh menyambut baik Pembangunan bangunan air pengendalian banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota dalam mengatasi permasalahan banjir di Kota Balikpapan.

“Ini bukti komitmen wali kota Balikpapan dalam menyalurkan visi misi wali kota terkait penangulanggan dan penanganan banjir secara bertahap, ” ucapnya kepada awak media seusai launching pembangunan DAS Ampal, Senin (5/9/2022).

Abdulloh menyebut, dengan anggaran yang digelontorkan dengan sistem multiyears sebesar Rp 150 miliyar untuk penanganan banjir setidaknya bisa sedikit mengurai banjir secara bertahap.

“Kalau totalitas dilaksanakan seluruhnya, perencanan global sekitar lima ratusan miliyaran dari DAS ampal hingga ke muaranya,” jelasnya.

Dengan visi misi Walikota salah satunya penanganan banjir akan dilakukan step by step menyesuaikan kemampuan anggaran. Karena jika hanya fokus ke banjir makan pembangunan yang lain akan berhenti dan kepentingan yang lain juga butuh perhatian.

“Yang pasti kami komitmen, pemerintah daerah bersama jajaran dan DPRD Balikpapan sepakat menganggarkan dengan skema multiyears hingga APBD-P 2023. Untuk tahap anggaran tahun ini sebesar Rp 150 miliyar,” ucapnya.

Abdullah berharap agar masyarakat mendukung adanya kegiatan penanganan banjir. Mengingat jika ada kegiatan ada konsekuensi yang ditimbulkan seperti kemacetan, lingkungan fisik.

“Perlu suport dari masyarakat, ini semua kepentingan masyarakat, saling mendukung semuanya,” ucapnya.

Abdulloh katakan, DPRD sebagai fungsi pengawasan akan selalu mengontrol dan mengawasi anggaran agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spek yang disepakati.

Ada enam titik penanganan banjir untuk multiyears yakni saluran Global Sport, saluran Wika, saluran MT Haryono, sekunder Balikpapan Baru, sekunder Inhutani dan pengangkatan sedimen dibawah jembatan PDAM dan jembatan dekat Hotel Zuric.

“Ada enam titik spot yang ditangani lebih dulu, karena dianggap penyumbang banjir terbesar,” tutupnya.

Reporter : Ags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 4 =

Back to top button
×