DPRD Balikpapan

Maraknya Pengupasan Lahan di Balikpapan Utara Tanpa Izin Resmi, Komisi III Gelar Sidak

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Menindaklanjuti keluhan warga terkait banjir di Kelurahan Karang Joang dan Kelurahan Graha Indah, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Balikpapan turun langsung ke lokasi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) yang disinyalir penyebab terjadinya banjir di beberapa wilayah di Balikpapan Utara.

Sidak dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Fadlianor dan didampingi anggota Komisi III DPRD kota Balikpapan, Nurhadi, Siswanto, Mieke Henny, Haris dan Syarifuddin Oddang serta OPD terkait.

Dari pantauan media dilokasi sidak, banyak ditemukan pengupasan lahan dilakukan perusahaan yang diduga tak mengantongi izin resmi dari dinas terkait, dan berimbas pada saluran pembuangan limbah yang belum maksimal sehingga terjadinya banjir di beberapa lokasi diwilayah Kelurahan Karang Joang dan Graha Indah.

Tidak hanya itu, saat sidak juga ditemukan penimbunan lahan lebih tinggi dari jalan yang berakibat penyempitan parit dan ketika hujan jalan berlumpur, licin. Dijumpai juga ada perusahaan yang melanggar dengan membangun pagar dan fasilitas pos security perusahaan di sempadan jalan.

“Nantinya kami akan meminta Dinas Perijinan dan Satpol PP untuk menindak tegas pelanggar aturan supaya membongkar pos security yang dipojok sehingga tidak menutup pandangan masyarakat untuk belok ke kiri, menghindari hal yang tidak diinginkan karena sempadan jalan telah dibangun,” ucapnya Fadlianoor kepada awak media seusai Sidak, Kamis (20/10/2022).

Sidak dilanjutkan di RT 48 Kelurahan Karang Joang, disini warga mengeluhkan terjadinya banjir, akibat tumpukan sedimentasi yang menutupi saluran drainase akibat endapan lumpur berasal dari pengupasan lahan yang dilakukan pihak perusahaan.

Fadlianoor, mengatakan selama ini kawasan pemukiman di RT 48 tidak pernah terjadi banjir ketika ada pengupasan lahan barulah terjadi banjir, untuk itu DPRD meminta kepada Dinas PU untuk melakukan pengangkatan sedimentasi.

“Karena di daerah ini ada fasilitas ibadah berupa mushola dan ketika banjir mushola kebanjiran,” jelasnya

Terkait sidak Di Kelurahan Graha, adanya informasi masyarakat ada penyempitan gorong-gorong sehingga closing air untuk menyebrang sulit dan ketika hujan air tumpah ke jalan.

“Infonya termasuk drainase memutar-mutar,” ucapnya.

Di Graha juga ada salah satu informasi pencemaran oli oleh perusahaan sehingga meminta pihak DLH untuk mengecek kelapangan.

Fadlianoor juga melihat langsung ada perusahaan Ready Mix di kawasan perumahan sehingga meminta pihak perizinan untuk mengkroscek terkait izinnya perusahaan tersebut

“Kita minta listnya perizinan, baik perusahaan ready mix yang lengkap maupun tidak,” katanya.

“Kemungkinan besar kita lakukan RDP pemanggilan ke perusahaan, dan dinas terkait sehingga dapat memaksimalkan kejadian-kejadian dilapangan yang dikeluhkan masyarakat,” tutupnya.

Reporter : Ags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1

Back to top button
×