DPRD Balikpapan

Merasa Kecewa, Sidak Yang Digelar Komisi IV DPRD Balikpapan Tak Dihadiri Kadisdik dan Pihak Kontraktor

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Komisi IV DPRD Balikpapan melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi proyek pembangunan sekolah terpadu untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Perumahan Regency Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sidak yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Doris Eko Rian Desyanto didampingi Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono dan anggota Komisi IV lainnya. Diantaranya, Hasanuddin, Parlindungan, Hj. Kasmah dan Muhammad Taqwa serta dihadiri Kabag pembangunan kota Balikpapan.

Dalam Sidak ini, Komisi IV mengaku kecewa lantaran tidak dihadiri oleh kontraktor dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Balikpapan.

Anggota Komisi IV, Parlindungan mengatakan, Sidak ini menindaklanjuti laporan dari Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Indonesia Kota Balikpapan terkait progres pengerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan harapan.

Kendati laporan LSM anti korupsi itu sudah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV, kontrakror dan Formak Indonesia beberapa waktu lalu. Namun, menurut Parlindungan, dewan sebagai fungsi pengawasan dalam pembangunan di Balikpapan harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan faktanya.

“Sidak ini untuk menindaklanjuti laporan dari Formak Indonesia terkait dengan proyek pembangunan sekolah terpadu, tapi nyatanya kita tidak menemui kontraktrornya dan Kepala Dinas Pendidikan di lokasi proyek”, ucap Parlindungan kepada sejumlah wartawan seusai melaksanakan Sidak.

Sebenarnya, kata dia, kedatangan rombongan Komisi IV ke lokasi proyek untuk memastikan progres pengerjaan proyek yang di soroti oleh Formak Indonesia

“Kita juga sebenarnya ingin berkoordinasi terkait laporan dari Formak, tapi tidak ada pejabat yang hadir. Sehingga, saya beranggapan kunjungan kita ini di anggap main-main”, ujarnya.

Ketidak hadiran Kepala Dinas Pendidikan dan kontraktor, menurut Parlindungan, merupakan sebuah pelecehan terhadap anggota dewan, dalam hal ini Komisi IV. Apalagi sebelum melakukan kunjungan lapangan, Komisi IV sudah bersurat kepada pihak kontraktor.

“Dilapangan juga setelah kita lihat progres pembangunan tidak sesuai seperti yang di paparkan oleh kontraktor pada saat RDP beberapa waktu lalu. Ini merupakan temuan yang harus kita tindaklanjuti,”tegasnya

“Sidak ini kan bukan mau menghukum, tapi ingin melihat seperti apa progresnya, siapa yang bertanggung jawab. Nah, dengan melihat langsung kondisi di lapangan kan bisa berhitung, berapa anggaran yang sudah terserap, sesuai apa tidak dengan hasil yang dicapai dilapangan”, terangnya.

Lebih lanjut Parlindungan mengatakan Kalau hanya bicara dalam RDP, pihaknya hanya bisa melihat dari sisi kertasnya saja. Sedangkan komisi IV sendiri ingin melihat rilnya dilapangan seperti apa faktanya.

“tapi kita sangat kecewa dengan ketidakhadiran Kadis Pendidikan dan pihak kontraktor yang tidak menghargai kedatangan kita ke lokasi proyek”ungkapnya

“Seharusnya kita disambut dengan baik, sampaikan apa adanya. Sehingga kita bisa saling bertukar pikiran, langkah apa yang mesti kita lakukan jika memang pengerjaan proyek itu ada kendala”,tandasnya

Reporter : Ags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 6

Back to top button
×