RDP Komisi II DPRD Balikpapan Bahas Misteri Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Kota Balikpapan

- Jurnalis

Kamis, 13 Februari 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamungkasnews.id, Balikpapan, 13 Februari 2025 – Masyarakat Kota Balikpapan kini tengah dihadapkan pada masalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang sudah berlangsung cukup lama. Kelangkaan ini semakin meresahkan warga, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada subsidi gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Baru-baru ini, Komisi II DPRD Balikpapan mengungkapkan adanya dugaan permainan di balik kelangkaan tersebut. Dugaan ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan pada Rabu, 12 Februari 2025 diruang rapat gabungan gedung DPRD Kota Balikpapan.

RDP tersebut melibatkan beberapa pihak, termasuk PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Dinas Perdagangan, serta LSM Lidik Pro.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyatakan bahwa rapat tersebut diadakan sebagai tindak lanjut dari aduan LSM Lidik Pro terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang sangat dirasakan oleh masyarakat.

Indikasi Permainan di Pangkalan Gas

Dari hasil rapat, Fauzi Adi Firmansyah yang akrab disapa Adi, memaparkan dugaan bahwa kelangkaan gas subsidi 3 kilogram tidak terjadi karena masalah pasokan dari PT Pertamina Patra Niaga, melainkan ada peran oknum-oknum di tingkat pangkalan yang sengaja mengurangi pendistribusian gas.

Menurutnya, pengurangan distribusi di tingkat pangkalan gas ini menyebabkan kekurangan stok sampai ke pengecer. Akibatnya, pengecer menjual gas dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang telah ditentukan dengan memanfaatkan kelangkaan yang diciptakan secara tidak langsung.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Infrastruktur, Rakorenbang Kelurahan Batu Ampar Tekankan SDM dan Tata Kelola Inovatif

“Masalah ini bukan hanya sekadar masalah teknis distribusi, tapi ada dugaan permainan yang sudah direncanakan. Pendistribusian yang tidak maksimal oleh beberapa oknum pangkalan gas ini membuat pasokan di lapangan berkurang, sementara harga yang ditetapkan oleh pemerintah pun diabaikan,” ungkap Adi.

“Kami menduga ada indikasi permainan di tingkat pangkalan. Ini harus segera di-clear-kan,” tegasnya.

Adi juga menyoroti dengan adanya permainan ini membuat masyarakat yang seharusnya mendapatkan gas subsidi dengan harga terjangkau malah terjebak dalam harga yang melambung tinggi di pasaran.

“Permasalahan ini, yang dirugikan adalah kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang sangat bergantung pada subsidi ini untuk kebutuhan sehari-hari” tuturnya.

Upaya Komisi II DPRD Balikpapan: Pengawasan yang Lebih Ketat

Untuk mengatasi dugaan permainan ini, Komisi II DPRD Balikpapan memberikan beberapa rekomendasi kepada PT Pertamina Patra Niaga. Di antaranya adalah memperketat pengawasan di tingkat pengecer, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan-pangkalan gas, dan menginformasikan hasil sidak tersebut kepada pihak terkait sebagai transparansi dan akuntabilitas

Baca Juga :  Kejar PAD, Komisi II DPRD Balikpapan Bongkar Dugaan Kebocoran Pajak Restoran di Penta City

“Selain itu, Komisi II juga mendorong agar data penerima gas elpiji subsidi disinkronkan dengan data yang dimiliki oleh pemerintah kota, guna memastikan bahwa distribusi gas tepat sasaran” pintanya.

“Selama ini kami tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan masalah distribusi gas elpiji ini, sehingga ketika masalah kelangkaan muncul, kami tidak memiliki data yang jelas mengenai situasi yang ada,” jelas Adi dengan nada kritis

Adi mengatakan ketidakjelasan dalam sistem pendataan dan distribusi juga menambah kerumitan masalah ini. Tanpa adanya sinkronisasi data antara Pertamina, pemerintah kota, dan DPRD, sulit untuk memastikan bahwa gas elpiji subsidi sampai ke tangan yang berhak menerimanya.

“Ditambah dengan pengawasan yang lemah di tingkat pengecer dan pangkalan gas memungkinkan terjadinya praktek-praktek yang merugikan masyarakat” tandasnya.

Klarifikasi dari PT Pertamina

Sementara itu, Hendry Eko, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menanggapi pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada kelangkaan gas elpiji di Balikpapan.

.”Tidak ada kelangkaan, semuanya normal-normal saja. Tidak ada sesuatu yang berbeda dari yang kami lakukan dari tahun ke tahun,” ujarnya, menegaskan bahwa distribusi gas tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Reporter : Ags

Berita Terkait

Muhammad Najib: Penataan Kota Balikpapan Tak Bisa Abaikan Kabel Udara
Kabel Menjuntai di Balikpapan Picu Kekhawatiran, DPRD Minta Penertiban Segera
Sisir Pentacity Mall, Komisi II DPRD Balikpapan Perketat Pengawasan Pajak Restoran
Kejar PAD, Komisi II DPRD Balikpapan Bongkar Dugaan Kebocoran Pajak Restoran di Penta City
Bukan Sekadar Infrastruktur, Rakorenbang Kelurahan Batu Ampar Tekankan SDM dan Tata Kelola Inovatif
Komisi IV DPRD Balikpapan Terima Audiensi Universitas Mulia, Bahas Kelanjutan Kuliah Gratis POL
Muhammad Hamid Ingatkan Anak Muda Kurangi Nongkrong, Jaga Pola Hidup Sehat
Daeng Lala Soroti Minimnya Penggunaan Life Jacket di Kapal Klotok Kampung Baru
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:37 WIB

Muhammad Najib: Penataan Kota Balikpapan Tak Bisa Abaikan Kabel Udara

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:33 WIB

Kabel Menjuntai di Balikpapan Picu Kekhawatiran, DPRD Minta Penertiban Segera

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:09 WIB

Sisir Pentacity Mall, Komisi II DPRD Balikpapan Perketat Pengawasan Pajak Restoran

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:06 WIB

Kejar PAD, Komisi II DPRD Balikpapan Bongkar Dugaan Kebocoran Pajak Restoran di Penta City

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:02 WIB

Bukan Sekadar Infrastruktur, Rakorenbang Kelurahan Batu Ampar Tekankan SDM dan Tata Kelola Inovatif

Berita Terbaru

DPRD Balikpapan

Muhammad Najib: Penataan Kota Balikpapan Tak Bisa Abaikan Kabel Udara

Jumat, 6 Feb 2026 - 11:37 WIB