Balikpapan, Pamungkasnews.id – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, S.E., kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal kebutuhan dasar masyarakat melalui kegiatan Serap Aspirasi (Reses) Masa Sidang III Tahun 2025/2026 yang digelar di RT 01, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri perwakilan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), perwakilan Kecamatan Balikpapan Selatan, Ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih menjadi kebutuhan mendesak di lingkungan mereka.
Reses merupakan agenda konstitusional anggota legislatif di luar masa persidangan sebagai sarana bertemu langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi, mendengar berbagai persoalan di lapangan, sekaligus menghimpun usulan pembangunan yang akan diperjuangkan dalam pembahasan program pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, H. Yusri menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat merupakan amanah yang harus dikawal hingga mendapatkan solusi yang nyata melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah maupun instansi terkait.
“Reses bukan hanya menjadi forum mendengar keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memastikan setiap persoalan memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang konkret,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, Ketua RT 01 Kelurahan Sepinggan menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah akses air bersih. Hingga kini, sebagian wilayah masih belum menikmati layanan jaringan perpipaan secara optimal.
Mewakili warganya, Ketua RT berharap PTMB dapat segera merealisasikan pembangunan jaringan distribusi, baik melalui pemasangan pipa induk maupun Sambungan Rumah (SR), sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh akses air bersih yang layak.
Selain persoalan air bersih, warga juga mengusulkan penyelesaian pembangunan saluran drainase yang hingga kini masih menyisakan sekitar 40 meter. Kondisi tersebut dinilai menghambat sistem aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan saat musim hujan.
Warga berharap penyambungan drainase tersebut dapat segera direalisasikan agar fungsi pengendalian banjir di kawasan permukiman menjadi lebih optimal.
Tidak hanya persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan keluhan mengenai status kepemilikan tanah yang hingga saat ini masih menghadapi berbagai kendala administrasi. Akibat belum adanya kepastian hukum, sebagian warga mengaku kesulitan mengurus dokumen kepemilikan maupun administrasi lainnya.
Permasalahan tersebut diharapkan dapat memperoleh perhatian pemerintah sehingga masyarakat mendapatkan kepastian hukum atas lahan yang mereka tempati.
Menanggapi persoalan air bersih, H. Yusri memastikan akan kembali memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan PTMB apabila dalam waktu dekat belum terdapat realisasi pembangunan jaringan distribusi air bersih di wilayah tersebut.
“Kami akan kembali mempertemukan masyarakat dengan PTMB apabila dalam waktu dekat belum ada tindak lanjut, sehingga kebutuhan air bersih ini benar-benar mendapatkan solusi,” tegasnya.
Sementara terkait persoalan status kepemilikan tanah, Yusri menyatakan akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan dinas terkait serta pihak yang memiliki keterkaitan dengan riwayat kepemilikan lahan agar penyelesaiannya dapat dilakukan secara bertahap dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengakhiri kegiatan reses, Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan tersebut menegaskan seluruh aspirasi yang telah disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian serius dan akan diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD maupun koordinasi lintas instansi.
“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami tampung, kami kawal, dan kami komunikasikan dengan instansi terkait agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan dan skala prioritas. Komitmen kami adalah memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutup H. Yusri.
Reporter: Agus











