DPRD Balikpapan

Usai Budiono Undur Diri dari Calon Wawali Kota Balikpapan, Abdulloh : Proses Kembali dari Awal

BALIKPAPAN, 3 / 11 / 2023, PAMUNGKASNEWS.ID – Proses penetapan calon Wakil Wali Kota Balikpapan pengganti Almarhum Thohari Aziz sepertinya harus menunggu waktu lama lagi. Pasalnya, satu dari dua nama calon yang tinggal menunggu proses penetapan itu justru mengundurkan diri.

Kendati sebelumnya proses itu sudah final, tapi dengan mundurnya satu nama tersebut, maka penetapan calon untuk menduduki kursi nomor dua di Kota Balikpapan itu akhirnya batal.

Sebelumnya, partai koalisi pengusung sepakat memilih dua nama calon untuk mengganti Almarhum Thohari Aziz, mereka adalah Budiono dari Partai PDI Perjuangan dan Risti Utami dari Partai Golkar.

Kesepakatan itu setelah melalui proses panjang, dan sudah dikirim ke meja Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Namun berjalannya waktu, Budiono memilih undur diri sebagai calon sebelum Rahmad Mas’ud menjatuhkan pilihannya kepada salah satu nama untuk menduduki kursi nomor dua di Kota Balikpapan itu.

Belum diketahui secara pasti, alasan Budiono undur diri sebelum proses penetapan salah satu calon Wawali Kota Balikpapan tersebut.

Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh mengatakan, proses dalam mengusulkan hingga membuahkan kesepakatan dua nama tersebut merupakan langkah yang sia-sia. Karena untuk memilih dua nama lagi membutuhkan proses yang panjang dan harus dimulai dari awal.

“Langkah ini harus di mulai dari awal lagi untuk mengusung dua nama calon. Hal ini terjadi karena dari salah satu calon yang sudah melalui proses panjang ditengah perjalanan tidak komitmen, memilih undur diri. Sehingga ini prosesnya harus kembali dari awal lagi,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Langkah selanjutnya, kata Abdulloh, pihaknya akan kembali mengumpulkan partai koalisi pengusung untuk mengusulkan calonnya masing-masing  sampai bisa menyepakati dua nama calon lagi.

“Mengumpulkan partai koalisi pengusung ini tidak gampang, dan saya sebagai Sekretaris Partai Golkar harus kembali memotori itu. Semuanya tidak gampang, pasti ada kesulitan-kesulitan tertentu dalam prosesnya,” ujarnya.

Abdulloh menyayangkan, salah satu calon yang sudah hampir mencapai final itu undur diri. Pada hal, menurut dia, untuk memilih dua nama itu membutuhkan waktu yang cukup panjang dan tentunya ada kesulitan-kesulitan tertentu dalam prosesnya.

“Untuk menyepakati dua nama itu tidak gampang, karena masing-masing partai koalisi pendukung punya calon untuk di ajukan, perlu di pahami itu,” ucapnya.

“Kalau pun dengan kejadian ini ada pihak-pihak yang akan menggugat terkait masalah kekosongan kursi Wawali ini silahkan saja. Wali Kota mau digugat, DPRD mau digugat, ya silahkan saja, kita sudah punya jawabannya,” tegasnya.

Reporter : Ags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

24 − = 23

Back to top button
×