Pamungkasnews.id | Balikpapan – Keseriusan dalam menyerap aspirasi masyarakat ditunjukkan anggota DPRD, Hj Muliati, S.Pd melalui kegiatan reses masa sidang II tahun 2025/2026, yang digelar di kediamannya di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis (30/04/2026) sore.
Forum yang seharusnya menjadi ruang dialog konstruktif itu justru mengungkap realitas lapangan yang memprihatinkan. Warga secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan.
Sorotan utama tertuju pada pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu. Alih-alih membawa manfaat, proyek tersebut justru dinilai memicu dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Warga mengeluhkan kerusakan bangunan di sekitar lokasi proyek, tanpa adanya kompensasi atau perhatian serius dari pihak terkait.
Lebih tajam lagi, masyarakat mendesak pemerintah dan anggota DPRD untuk tidak sekadar menerima laporan, tetapi turun langsung ke lapangan guna melihat kondisi riil yang mereka alami.
Tak berhenti di situ, persoalan klasik kembali mencuat distribusi air PDAM yang disebut-sebut tidak pernah mengalir. Kondisi ini mempertegas lemahnya pelayanan dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Keluhan lain juga mengarah pada layanan BPJS kesehatan yang dinilai belum maksimal, serta persoalan banjir yang terus menghantui kawasan tersebut tanpa solusi konkret.
Menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan warga tersebut, Hj Muliati menegaskan bahwa seluruh persoalan yang disampaikan menjadi perhatian serius dirinya.
“Pembangunan RS Sayang Ibu menjadi atensi serius bagi kami. Saya akan mengawal langsung dampaknya di lapangan dan berkoordinasi dengan rekan-rekan di Komisi III agar penanganannya bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Di tengah derasnya keluhan yang disampaikan, warga juga memberikan apresiasi terhadap dirinya atas realisasi pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik. Program tersebut dinilai memberikan dampak nyata bagi keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Hj Muliati memastikan bahwa seluruh usulan terkait PJU telah direalisasikan sesuai dengan aspirasi masyarakat.
“Untuk program PJU, seluruh usulan sudah terealisasi,” ujarnya singkat.
Dalam kesempatan ini Hj Muliati menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi yang masuk agar tidak berhenti sebagai catatan, melainkan berujung pada realisasi nyata.
“Reses bukan hanya agenda seremonial, tetapi momentum untuk memastikan suara rakyat benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak langsung” tandasnya
Reporter : Agus












