DPRD Balikpapan

Warga Kampung Buton Keluhkan Legalitas Tanah Dalam Dialog Warga Yang Digelar Ketua DPRD Balikpapan

BALIKPAPAN, PAMUNGKASNWES.ID – Kampung Buton, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan menjadi sasaran Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Abdulloh, S.sos dalam kegiatan “Dialog Bersama Warga” yang merupakan Program DPRD kota Balikpapan.

Dialog bersama warga yang digelar pada Selasa 25 April 2023 malam, juga dihadiri Anggota Komisi 1 DPRD kota Balikpapan Edy Alfonso yang berasala dari Dapil (Daerah Pemilihan) Balikpapan Selatan.

Dalam Dialog Warga kali ini dihadiri masyarakat yang mewakili 9 RT diantaranya warga RT 20, 21, 23, 24, 39, 44, 41 dan 42 yang berada dilingkungan Kelurahan Sungai Nangka.

Seperti biasanya, dialog warga yang digelar guna menampung aspirasi serta keluhan dan permasalahan yang disampaikan warga.

Salah satunya yang disampaikan Jali selaku Ketua RT 23. Dikatakannya permasalahan yang lebih krusial dari 9 RT dilingkungannya yakni permasalahan legalitas tanah yang tidak kunjung selesai hingga saat ini.

Jali menilai, persoalan legalitas lahan milik warga yang ada di RT 20, 21, 23, 24, 39, 44, 41 dan 42 sudah sangat lama dan tidak pernah terselsaikan.

Selain permasalahan lahan, tidak adanya fasilitas kesehatan seperti Puskesman dan sarana Pendidikan dikawasan Kelurahan Sungai Nangka juga disampaikan Jali dalam kesempatannya.

“Ya..selain persoalan sertifikat lahan, tidak adanya Puskesmas dan Sekolah seperti Sekolah Dasar (SD) sangat minim sekali disini. Sehingga untuk berobat saja kami selalu menumpan di Puskesmas Kelurahan Gunung Bahagia,” ucapnya.

“Kalau untuk sekolah SD, sangking minimnya, anak-anak kami disini ada yang baru sekolah diusia 8 tahun, bahkan ada yang 9 tahun baru bersekolah,” sambungnya.

Menanggapi keluhan itu, Abdulloh S Sos atau karib disapa Bang Doel inipun mengatakan dirinya baru mengetahui permasalahan warga di kampung buton ini.

“Saya baru tau ada permasalahan sekrusial ini di kampung buton kalau tidak diundang oleh anggota DPRD Edy Alfonso. Dan ternyata masalah lahan ini sudah 50 tahun belum juga selesai,” ucap Abdulloh.

Abdulloh berharap, dengan adaya informasi langsung dari masyarakat, pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan mengundang stackholder yang terlibat dengan masalah lahan ini.

“Semoga saja ini bisa selesai dan semua stackholder yang diundang semua bisa hadir untuk mencarikan solusinya,” harapnya.

Sementara itu, kalau untuk fasilitas kesehatan yang dikeluhkan warga. Abdulloh meminta agar masyarakat bisa lebih aktif menyuarakan aspirasinya kepada wakilnya di DPRD Balikpapan.

Oleh karena itu, dengan adanya perwakilan DPRD Balikpapan dari Dapil Balikpapan Selatan yakni Edy Alfonso, maka dari itu akan diinstruksikan agar dapat mengawal permasalahan ini sampai tuntas.

Reporter : Ags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 64 = 71

Back to top button
×