Pamungkasnews.id, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, kembali menyapa warga melalui kegiatan Dialog Warga yang digelar di RT 26 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Minggu malam (26/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di depan rumah Ketua RT 26, Ahmadiansyah, ini turut dihadiri Lurah Batu Ampar Awan Darmawan, Pengurus LPM, serta sejumlah warga setempat.
Dalam suasana santai, warga menyampaikan berbagai keluhan terkait pelayanan dasar di lingkungan mereka, mulai dari penerangan jalan umum hingga persoalan air bersih.
Salah satu warga, Beti misalnya mengeluhkan kondisi PJU yang justru menyala di siang hari namun padam saat malam.
“Kalau malam malah gelap, padahal siang hari lampunya nyala terus,” ujarnya disambut tawa kecil warga lain.
Masalah air bersih juga mencuat. H. Yulianto menyoroti kondisi safety tank komunal yang digunakan enam kepala keluarga dan sudah tidak berfungsi dengan baik.
Sementara Hj. Umi mengeluhkan sulitnya proses pemasangan sambungan baru PDAM serta mahalnya biaya pipa induk.
Menanggapi keluhan tersebut, Fauzi Adi Firmansyah mengakui bahwa masalah air bersih memang menjadi tantangan besar bagi Kota Balikpapan.
Menurutnya, PDAM (kini BDM) sedang melakukan berbagai upaya perbaikan, baik dari sisi instalasi maupun penyediaan air baku.
“Kita tidak bisa bicara distribusi air kalau sumber air bakunya belum cukup. Sekarang BDM sedang bekerja keras memperluas sumber air, termasuk memanfaatkan air dari Sepaku Semoi (wilayah IKN) dan Sungai Mahakam,” jelas pria yang karib disapa Adi.
Ia menyebutkan, proyek Embung Aji Raden juga sedang disiapkan dan ditargetkan beroperasi pada 2027.
“Kalau Embung Aji Raden bisa beroperasi penuh, insya Allah kebutuhan air di Balikpapan bisa lebih stabil,” tambahnya.
Politisi Golkar ini juga menyinggung fakta bahwa jumlah penduduk Balikpapan terus meningkat, sementara sumber air baku tidak bertambah banyak.
“Tahun 2010 penduduk kita di bawah 500 ribu, sekarang sudah tembus hampir satu juta. Tapi sumber airnya masih sama. Ini yang sedang kita perjuangkan,” tegasnya.
Terkait keluhan PJU, Adi berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) agar lampu-lampu jalan di RT 26 segera diperbaiki.
“Nanti kami sampaikan langsung ke Dishub agar segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Batu Ampar, Awan Darmawan, menjelaskan soal program bantuan safety tank dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).
Menurutnya, bantuan hanya diprioritaskan untuk wilayah yang masuk kategori kawasan kumuh. Batu Ampar sendiri belum termasuk dalam zona tersebut.
Namun demikian, Awam memastikan pihak kelurahan siap membantu warga yang membutuhkan bantuan safety tank atau bedah rumah.
“Silakan serahkan berkas seperti KTP, KK, dan dokumen kepemilikan tanah. Kami akan bantu ajukan ke Disperkim. Nanti kami tinjau langsung ke rumah warga,” ujarnya.
Adi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi catatan penting untuk dibawa ke DPRD.
“Setiap masukan dari warga akan kami kawal. Ini bukan sekadar pertemuan, tapi langkah nyata agar suara warga Batu Ampar benar-benar didengar,” pungkasnya.(*/Adv)
Reporter : Rel













