BALIKPAPAN, Pamungkasnews.id – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Arisanda, kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat melalui kegiatan Serap Aspirasi (Reses) Masa Sidang III Tahun 2025/2026 yang digelar di Jalan Klamono Gatu, Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias dan menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari akses air bersih, penataan drainase, semenisasi jalan lingkungan, peluang kerja, hingga kondisi pipa biogas yang dinilai membahayakan keselamatan warga.
Reses turut dihadiri perwakilan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perhubungan, Pemerintah Kelurahan Margo Mulyo, para Ketua RT, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sebagai agenda konstitusional anggota legislatif di luar masa persidangan, reses menjadi instrumen penting dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menghimpun berbagai usulan pembangunan yang akan diperjuangkan dalam pembahasan program pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Arisanda menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat merupakan amanah yang harus dikawal hingga menghasilkan solusi nyata melalui koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi terkait.
“Reses bukan hanya menjadi forum mendengar keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memastikan setiap persoalan memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang konkret,” tegas Arisanda
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Perwakilan RT 28 mengusulkan perlunya peningkatan informasi dan akses terhadap lapangan pekerjaan agar masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk bekerja.
Sementara itu, Masulah mengeluhkan belum terpasangnya instalasi Sambungan Rumah (SR) PTMB sehingga kebutuhan air bersih masih belum terpenuhi secara maksimal.
Keluhan serupa juga disampaikan Yus Sudarso yang berharap percepatan penyambungan jaringan air bersih bagi masyarakat.
Di sektor infrastruktur, Tedi meminta pemerintah segera melakukan penataan ulang sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal sehingga berpotensi menimbulkan genangan. Selain itu, warga juga mengusulkan semenisasi jalan lingkungan yang saat ini mengalami kerusakan.
Sedangkan Amiruddin menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi pipa biogas yang telah mengalami keretakan akibat usia pakai yang cukup lama. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebocoran dan membahayakan keselamatan warga apabila tidak segera dilakukan perbaikan.
Menanggapi aspirasi mengenai lapangan pekerjaan, Arisanda menilai tantangan utama bukan hanya pada ketersediaan pekerjaan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing di dunia industri.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Kota Balikpapan sebenarnya masih tersedia, namun tingginya persaingan membuat perusahaan lebih selektif dalam merekrut calon pekerja.
“Kita harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peluang kerja masih ada, tetapi persaingan sangat ketat sehingga kompetensi menjadi faktor utama agar masyarakat mampu bersaing dan diterima bekerja,” ujarnya.
Menanggapi keluhan mengenai pemasangan sambungan baru air bersih PTMB, Arisanda menjelaskan bahwa hingga saat ini pelayanan belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan ketersediaan air baku.
Ia menjelaskan bahwa Kota Balikpapan masih mengandalkan waduk tadah hujan sebagai sumber utama penyediaan air bersih. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas produksi air belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, sehingga pemasangan sambungan baru masih dilakukan secara bertahap.
Terkait usulan pembangunan drainase dan semenisasi jalan lingkungan, Arisanda menegaskan dirinya tidak ingin memberikan janji yang berlebihan kepada masyarakat.
Namun demikian, ia memastikan seluruh usulan tersebut akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah.
Menurutnya proses pembangunan membutuhkan waktu karena aspirasi yang diterima tidak hanya berasal dari satu wilayah, melainkan dari berbagai kelurahan di Kecamatan Balikpapan Barat yang sama-sama membutuhkan perhatian.
“Kami tidak ingin sekadar memberikan janji. Semua aspirasi akan kami perjuangkan sesuai mekanisme yang ada agar dapat direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran,” tegasnya.
Menutup kegiatan reses, Arisanda menegaskan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan akan dihimpun dan dikoordinasikan bersama OPD terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Saya berharap setiap usulan yang telah disampaikan warga dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat” tandasnya.
Reporter : Agus













