Kecelakaan di KM 21 Balikpapan, Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia Akibat Tersenggol Truk dan Terseret Hingga Puluhan Kilo Meter

- Jurnalis

Selasa, 7 November 2023 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) melibatkan Sepeda Motor (R2) dengan sebuah Truk terjadi di Jln Soekarno Hatta Kilometer 21, Kelurahaan Karang Joang, Balikpapan Utara, Minggu (5/11/2023) malam, sekitar pukul 23.00 wita.

Dalam insiden tersebut satu korban meninggal dunia dan satu korban lagi luka – luka. Sementara motor korban mengalami rusak parah dibagian belakang.

Insiden tersebut dibenarkan Kasatlantas Polresta Balikpapan. Ia menuturkan sepeda motor yang dikendarai NP (21) bersama rekannya bernama RD (19) terlibat kecelakaan dengan truk pada Minggu malam di Km 21 Karang Joang, Senin (6/11/2023)

Sepeda motor yang dikendarai NP dan RD diketahui mengarah dari Samarinda menuju ke Balikpapan. Sementara truk yang saat ini masih dalam pencarian mengarah dari Balikpapan menuju Samarinda.

Kasatlantas menjelaskan, setibanya di tikungan, tepat di Kilometer 21, truk diketahui menikung dengan melewati marka tengah jalan, sehingga mengenai bagian belakang sepeda motor yang dikendarai NP dan RD dan mengakibatkan pengemudi dan penumpangnya terjatuh ke badan jalan.

“Satu korban kondisinya Meninggal Dunia, kalau satu korbannya luka-luka,” ucapnya.

“Kalau untuk truk beserta sopirnya, masih dalam penyelidikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ampek (39) warga Kilometer 21 yang bermukim tidak jauh dari lokasi kejadian, mengatkan kalau dirinya tidak mengetahui persis awal kejadian lakalantas.

“Waktu kejadian saya lagi tidur, saya tidak mendengar ada bunyi orang tabrakan,” katanya.

“Saya tebangun karena suara warga yang sudah ramai sedang mencari teman korban yang terlibat kecelakaan,” tutupnya.

Melalui media ini diperoleh keterangan dari teman korban berinisial PC. Ia menjelaskan sekitar pukul 00:00 WITA dirinya menerima kabar dari NP bahwa ia mengalami kecelakaan bersama rekanya RD.

Namun NP mengatakan RD tidak ada di tempat kejadia, dan hal tersebut membuat PC kaget dan bergegas ke tempat kejadian.

Setibanya di lokasi kejadian PC bersama rekanya melakukan pencarian, dengan menyusuri jalan Soekarno Hatta hingga ke KM 38 Samboja.

“Setelah saya mendapat kabar, saya menghubungi orang tuanya, kemudia saya langsung bergegas ke lokasi kejadian di KM 21, tiba di sana saya hanya melihat NP yang tergeletak lemas karena shock”ujar PC saat ditemui awak media ini.

“Kemudian saya mencoba menyusuri jalan untuk mencari RD, tak sengaja saya menemukan bercak-bercak darah di jalan, kemudian saya mengikuti bercak darah tersebut, namun bercak darah itu hilang di simpangan KM 38. Sehingga pencarian kami mengalami kebuntuan”jelasnya.

Setelah tak menemukan hasil PC bersama rekanya mencoba menanyakan warga sekitar, namun tak dapat informasi yang berarti. Kemudian PC mencoba meminta bantuan rekanya yang berada di wilayah tersebut untuk membantu pencarian.

Tak berapa lama PC mendapat kabar bahwa RD sudah di temukan oleh pihak berwajib tergeletak di pinggir jalan menuju arah IKN dalam keadaan tak bernyawa.

“Saya mendapat kabar dari teman saya RD sudah di temukan di daerah menuju IKN” saya kurang tau tempat pastinya daerah mana itu om”” kata PC.

“Saat itu korban sudah di bawa ke RSU Samboja om, dan saya kembali ke KM 21 untuk memberitahukan keluarga korban”jelasnya.

Sementara itu orang tua korban berinisial SR sangat sedih atas kejadian ini. Ia menganggap pelaku tidak bertanggung jawab kepada anaknya, ditambah lagi kejadian kecelakaan di KM 21 Balikpapan, namun korban di temukan di daerah Samboja menuju IKN.

“Saya berharap pihak berwajib bisa menemukan sopir truk tersebut untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya”ujar SR.

Hingga berita ini di turunkan rekan korban NP belum bisa dimintai keterangan di karenakan masih melakukan pemulihan.

Reporter : Ags

Berita Terkait

Hasil Keringat 10 Tahun Lenyap, Rumah Milik Pedagang Coto Dilelang dan Dikosongkan Paksa Tanpa Putusan Pengadilan.
Gelombang Pasang Terjang Balikpapan, Empat Rumah Roboh, Bayi Sempat Tercebur dan Selamat
4.075 Warga Siap Demo 21 April, Aliansi Kaltim Sasar DPRD dan Kantor Gubernur, Soroti Dinasti Politik
Gerak Cepat Kodam VI/Mulawarman Evakuasi Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Ditemukan Meninggal
Pembunuhan Sadis Penjaga Warung di Balikpapan Utara, Simon Sulean Turunkan 8 Pengacara IKAT Kawal Kasus Hingga Tuntas
Hujan Deras dan Angin Kencang, Rangka Bangunan Roboh di Balikpapan Barat Tewaskan Pedagang
Mobil Avanza Hilang Kendali, Tabrak Pagar dan Rumah Warga di Balikpapan Barat
Predator Anak di Telagasari Masih Berkeliaran, Empat Bocah Jadi Korban, Warga Desak Polisi Bertindak Cepat
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:12 WIB

Hasil Keringat 10 Tahun Lenyap, Rumah Milik Pedagang Coto Dilelang dan Dikosongkan Paksa Tanpa Putusan Pengadilan.

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:45 WIB

Gelombang Pasang Terjang Balikpapan, Empat Rumah Roboh, Bayi Sempat Tercebur dan Selamat

Senin, 13 April 2026 - 15:48 WIB

4.075 Warga Siap Demo 21 April, Aliansi Kaltim Sasar DPRD dan Kantor Gubernur, Soroti Dinasti Politik

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:09 WIB

Gerak Cepat Kodam VI/Mulawarman Evakuasi Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Ditemukan Meninggal

Senin, 9 Februari 2026 - 15:06 WIB

Pembunuhan Sadis Penjaga Warung di Balikpapan Utara, Simon Sulean Turunkan 8 Pengacara IKAT Kawal Kasus Hingga Tuntas

Berita Terbaru