Pamungkasnews.id | Samarinda – Puluhan pengusaha penyedia transportasi angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Timur mengambil langkah progresif dengan berkumpul dan menyepakati rencana pembentukan organisasi bernama Persatuan Transportir BBM Industri Indonesia (PETRASINDO) Kaltim.
Pertemuan yang digelar di salah satu rumah makan di Samarinda pada Selasa, 14 April 2026 ini menjadi tonggak awal terbentuknya wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha transportasi BBM di wilayah Kalimantan Timur.
Pembentukan PETRASINDO bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan sebuah langkah strategis untuk menjawab tantangan industri.
Beberapa tujuan utama yang menjadi fokus antara lain:
– Menstabilkan biaya angkutan BBM agar lebih seragam dan kompetitif
– Mengatur masuknya transportir luar daerah demi melindungi pelaku usaha lokal
– Mendorong kolaborasi antar pengusaha guna memperkuat ekosistem industri
– Mendukung pertumbuhan industri energi di Kalimantan Timur.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, agenda utama adalah pembentukan struktur kepengurusan awal sebelum pengurusan legalitas resmi organisasi. Proses pemilihan dilakukan secara voting (pungutan suara) dan berlangsung tertib serta demokratis.
Hasilnya, para peserta sepakat menetapkan:
Ketua: Sugiono
Wakil Ketua: Aris
Sekretaris: Riski
Bendahara: Mus
Kehadiran puluhan pengusaha transportir dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur menunjukkan tingginya antusiasme dan harapan terhadap organisasi ini.
Ketua terpilih, Sugiono, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa PETRASINDO akan diarahkan menjadi organisasi yang besar, solid, dan mampu memberikan dampak nyata bagi anggotanya maupun industri secara luas.
“Kami akan duduk bersama untuk merumuskan tarif angkutan BBM yang adil dan dapat disepakati bersama. Harapannya, seluruh pengusaha transportir BBM di Kalimantan Timur dapat berkembang dan berkontribusi maksimal dalam melayani kebutuhan industri,” ujarnya.
Pembentukan PETRASINDO menjadi sinyal kuat bahwa para pelaku usaha transportasi BBM di Kalimantan Timur siap bertransformasi menuju sistem yang lebih terorganisir dan profesional.
“Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan keberlanjutan, asosiasi ini diharapkan mampu
Meningkatkan daya saing transportir lokal
Menjadi mitra strategis industri energi
Menciptakan standar operasional yang lebih baik
Membuka peluang ekonomi baru di sektor transportasi BBM” Ujarnya.
Sebelum mengakhiri Sugiono mengatakan bahwa Langkah kolektif ini bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang masa depan industri transportasi BBM di Kalimantan Timur.
“PETRASINDO hadir sebagai simbol persatuan, kekuatan, dan visi besar untuk membangun industri yang lebih stabil, adil, dan berdaya saing tinggi” tandasnya.
Reporter : Agus










