Tragedi Kubangan Wilayah Grand City Balikpapan Utara, Enam Anak Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMUNGKASNEWS.ID, BALIKPAPAN – Operasi pencarian terhadap enam anak yang dilaporkan tenggelam di Kubangan Kilometer 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, tepatnya di kawasan Grand City, resmi dihentikan pada Senin (17/11/2025). Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan, menjelaskan bahwa laporan pertama masuk pada pukul 18.07 Wita dari seorang Babinsa setempat. Menerima laporan tersebut, tim langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba kurang dari satu jam kemudian, sekitar pukul 18.52 Wita.

“Setelah menerima laporan, tim rescue segera bergerak dan melakukan penyisiran di beberapa titik Kubangan,” ujar Dody.

Dalam pencarian tersebut, Basarnas mengerahkan berbagai peralatan pendukung, termasuk satu unit rescue car, perahu karet, perlengkapan SAR air, peralatan medis, serta perangkat penyelaman untuk menjangkau area kedalaman Kubangan. Situasi medan yang gelap dan minim pencahayaan membuat proses pencarian berlangsung penuh kehati-hatian.

Data resmi Basarnas mencatat, enam korban tersebut terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, masing-masing berinisial:
Ade (L/6)
Faiz (L/7)
Afa (P/9)
Fais (L/10)
Tika (P/8)
Zaira (P/5)

Seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Informasi awal menyebutkan dua korban pertama ditemukan oleh warga, sebelum empat lainnya menyusul ditemukan oleh tim gabungan hingga pukul 21.00 Wita.

Setelah dievakuasi, jenazah keenam anak tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk proses visum.

Dokter ahli forensik, dr. Heryadi Bawono Putro, mengonfirmasi bahwa proses pemeriksaan tengah berlangsung.

“Visum terhadap keenam korban sedang berjalan, dan hasilnya akan disampaikan secara resmi kepada keluarga,” ujar Heryadi dalam pesan singkatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian mengenai penyebab tenggelamnya enam anak tersebut. Aparat juga belum memastikan apakah para korban memiliki hubungan keluarga atau sekadar teman bermain.

Reporter : Ags

Berita Terkait

Hasil Keringat 10 Tahun Lenyap, Rumah Milik Pedagang Coto Dilelang dan Dikosongkan Paksa Tanpa Putusan Pengadilan.
Gelombang Pasang Terjang Balikpapan, Empat Rumah Roboh, Bayi Sempat Tercebur dan Selamat
4.075 Warga Siap Demo 21 April, Aliansi Kaltim Sasar DPRD dan Kantor Gubernur, Soroti Dinasti Politik
Gerak Cepat Kodam VI/Mulawarman Evakuasi Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Ditemukan Meninggal
Pembunuhan Sadis Penjaga Warung di Balikpapan Utara, Simon Sulean Turunkan 8 Pengacara IKAT Kawal Kasus Hingga Tuntas
Hujan Deras dan Angin Kencang, Rangka Bangunan Roboh di Balikpapan Barat Tewaskan Pedagang
Mobil Avanza Hilang Kendali, Tabrak Pagar dan Rumah Warga di Balikpapan Barat
Predator Anak di Telagasari Masih Berkeliaran, Empat Bocah Jadi Korban, Warga Desak Polisi Bertindak Cepat
Berita ini 262 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:12 WIB

Hasil Keringat 10 Tahun Lenyap, Rumah Milik Pedagang Coto Dilelang dan Dikosongkan Paksa Tanpa Putusan Pengadilan.

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:45 WIB

Gelombang Pasang Terjang Balikpapan, Empat Rumah Roboh, Bayi Sempat Tercebur dan Selamat

Senin, 13 April 2026 - 15:48 WIB

4.075 Warga Siap Demo 21 April, Aliansi Kaltim Sasar DPRD dan Kantor Gubernur, Soroti Dinasti Politik

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:09 WIB

Gerak Cepat Kodam VI/Mulawarman Evakuasi Pesawat Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Ditemukan Meninggal

Senin, 9 Februari 2026 - 15:06 WIB

Pembunuhan Sadis Penjaga Warung di Balikpapan Utara, Simon Sulean Turunkan 8 Pengacara IKAT Kawal Kasus Hingga Tuntas

Berita Terbaru