Pamungkasnews.id | BALIKPAPAN – Gelombang pasang yang menerjang kawasan pesisir Kota Balikpapan mengakibatkan empat rumah kayu di Jalan Jenderal Sudirman Gang PDI RT 09 roboh pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.30 Wita.
Peristiwa tersebut berdampak pada sedikitnya 17 warga dan nyaris merenggut keselamatan seorang bayi yang sempat tercebur ke air sebelum berhasil diselamatkan orang tuanya.
Insiden yang terjadi menjelang waktu Subuh itu memicu kepanikan warga. Selain menyebabkan kerusakan berat pada bangunan, para korban juga kehilangan harta benda dan dokumen penting akibat rumah ambruk secara tiba-tiba.
Salah seorang korban, Misnan (57), mengaku telah merasakan firasat tidak biasa sebelum musibah terjadi. Rumah yang ditempatinya bersama 10 anggota keluarga dari tiga kepala keluarga itu roboh tanpa tanda-tanda sebelumnya.
“Awalnya malam itu biasa saja. Cuma perasaan saya tidak enak, jadi saya sempat bilang ke anak-anak,” ungkap Misnan saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, saat hendak mengeluarkan sepeda motor untuk bersiap menunaikan Salat Subuh, bangunan rumah langsung runtuh.
“Biasanya kalau rumah mau ambruk itu miring dulu. Ini tidak, langsung ‘brekk’. Saya langsung pegang anak saya dan selamatkan cucu saya,” tuturnya.
Seluruh isi rumah, termasuk dokumen penting seperti sertifikat tanah, kartu tanda penduduk (KTP), dan barang berharga lainnya, tidak sempat diselamatkan.
Meski kehilangan hampir seluruh harta bendanya, Misnan mengaku bersyukur karena seluruh anggota keluarganya berhasil selamat dari reruntuhan.
Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, membenarkan laporan kejadian yang diterima dari Babinsa setempat.
Ia menyebut bencana tersebut mengakibatkan empat rumah mengalami kerusakan berat dengan total 17 warga terdampak. Beberapa korban juga mengalami luka-luka.
Salah satu kejadian yang paling mengkhawatirkan adalah ketika seorang bayi sempat tercebur ke air saat rumah roboh.
“Informasi yang kami terima, bayi tersebut sempat tercebur. Namun orang tuanya langsung menyelamatkan dan saat ini sudah mendapatkan penanganan dari Dinas Kesehatan,” jelas Usman.
BPBD memastikan bayi tersebut kini dalam kondisi selamat setelah mendapatkan penanganan medis, begitu pula korban lain yang mengalami luka ringan.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Balikpapan bersama pemerintah kelurahan, kecamatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan langsung menggelar rapat koordinasi guna menentukan penanganan bagi para korban.
Hasil rapat memutuskan pendirian posko darurat selama tiga hari sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gelombang pasang susulan.
“Kesimpulannya akan dibuatkan posko selama tiga hari untuk mengantisipasi kejadian susulan berikutnya,” ujar Usman.
Posko tersebut akan dikoordinasikan oleh Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan untuk melayani kebutuhan dasar seluruh korban terdampak.
Selain itu, BPBD juga mengusulkan pemberian bantuan sosial tidak terencana melalui Pemerintah Kota Balikpapan guna mempercepat proses pemulihan para korban.
Di tengah kondisi sulit, Misnan mengaku telah menerima bantuan awal dari pihak kecamatan. Ia juga mengajukan permohonan tenda darurat yang akan didirikan di depan musala sebagai tempat tinggal sementara bersama keluarganya hingga kondisi kembali aman.
Reporter: Ags











